bernasnews– Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogyakarta memperpanjang status siaga darurat bencana.
Tujuannya adalah meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim penghujan dan libur Natal serta Tahun Baru (Nataru).
Langkah ini merupakan bentuk antisipasi terhadap banjir, longsor talud, pohon tumbang, dan cuaca ekstrem yang berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat.
BPBD Kota Yogyakarta mendirikan Posko Darurat di Jalan Tegalturi sebagai pusat koordinasi dan pelayanan cepat bagi masyarakat.
Posko ini berfungsi sebagai titik informasi sekaligus pusat aksi Tim Reaksi Cepat (TRC) dalam menangani setiap laporan kejadian bencana.
Ketua Tim Kerja Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Yogyakarta, Petrus Singgih Purnomo, menegaskan bahwa perpanjangan status siaga darurat sejalan dengan Surat Edaran dan Surat Keputusan (SK) Wali Kota Yogyakarta Nomor 455 Tahun 2025.
SK tersebut menetapkan perpanjangan status siaga darurat bencana banjir, longsor talud, dan cuaca ekstrem di seluruh wilayah Kota Yogyakarta.
“Setiap SK Wali Kota tentang siaga darurat bencana selalu diikuti dengan pembentukan posko siaga darurat. Kami terus memperpanjang status ini hingga tahun depan,” ujar Petrus.
Selama masa siaga darurat, masyarakat dapat melaporkan berbagai kejadian kebencanaan melalui call center BPBD Kota Yogyakarta di nomor +62 811-2828-911.
Laporan dapat mencakup atap rumah roboh akibat hujan berkepanjangan, talud longsor, pohon tumbang, atau kejadian lain yang terkait cuaca ekstrem.
Petrus menambahkan, meski beberapa hari terakhir Kota Yogyakarta relatif aman saat hujan pada Jumat hingga Sabtu lalu, masyarakat tetap diimbau untuk tidak lengah.
Ia mengajak warga untuk aktif menjaga lingkungan masing-masing, membersihkan saluran air, memangkas pohon yang sudah rimbun, dan selalu memperbarui informasi cuaca dari BMKG.
Selain itu, BPBD Kota Yogyakarta rutin melakukan pemantauan wilayah dua kali sehari, yaitu pukul 09.00 dan 21.00 WIB.
Pemantauan ini melibatkan relawan dan petugas di tiap wilayah untuk melaporkan kondisi lingkungan melalui call center BPBD.
Sebelumnya, BPBD Kota Yogyakarta telah menggelar apel kesiapsiagaan menghadapi musim penghujan. Apel ini mencakup pengecekan personel, peralatan, serta kesiapan seluruh unsur pendukung kebencanaan agar setiap tim dapat segera merespons bila terjadi bencana.
Dengan langkah-langkah tersebut, Pemerintah Kota Yogyakarta berharap masyarakat merasa lebih aman dan terlindungi menghadapi potensi bencana selama musim penghujan dan pergantian tahun.
BPBD menekankan bahwa kesigapan semua pihak menjadi kunci untuk meminimalkan dampak bencana dan menjaga keselamatan warga. (ef linangkung)












