bernasnews– Laut selatan kembali menunjukkan ganasnya. Jumat (19/9/2025) pagi, sebuah perahu nelayan terbalik dihantam ombak besar di Pantai Depok, Bantul.
Melansir dari kabarjawa.com, Dua awak nyaris terseret arus, tapi berhasil selamat melalui operasi dramatis oleh Tim Selancar SAR Wilayah 3 bersama Ditpolair Polda DIY.
Kecelakaan Laut di Bantul
Kejadian bermula sekitar pukul 05.50 WIB. Saat itu, Warsiman (52), tekong asal Cilacap, dan Agung Puspito (25), nelayan muda asal Boyolali, sedang melaut tidak jauh dari bibir pantai. Angin kencang membuat gelombang meninggi, hingga menghantam keras perahu kecil mereka.
Dalam sekejap, perahu terbalik dan kedua nelayan terhempas ke laut. Mereka berjuang melawan arus kuat hanya dengan tenaga seadanya.
Situasi kritis itu langsung terpantau oleh Posko Terpadu Satlinmas Rescue Istimewa. Laporan darurat masuk pukul 06.04 WIB.
Tim SAR Lawan Gelombang
Tanpa menunggu lama, tim gabungan Satlinmas Rescue Istimewa dan Ditpolair Polda DIY meluncur ke lokasi. Ombak tinggi tidak menyurutkan langkah mereka. Dengan papan selancar dan tali tambang, petugas terjun ke laut, berenang menembus gulungan ombak demi menjangkau korban.
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, menuturkan bahwa penyelamatan berlangsung dalam kondisi penuh risiko.
“Petugas berenang ke tengah laut menggunakan papan selancar. Mereka kemudian mengikat korban dengan tali tambang dan menariknya ke daratan. Aksi ini berlangsung cepat dan penuh risiko,” ujarnya.
Saksi mata, Rodhiva Wahyu Widho Santosa (24) dari Satlinmas Rescue Istimewa, menggambarkan momen mendebarkan itu. Menurutnya, ombak berkali-kali menghantam tubuh korban dan penyelamat.
Hal serupa disampaikan Taufik Rinto (38) dari Ditpolair Polda DIY. Ia menegaskan bahwa setiap detik penuh ketegangan karena arus berpotensi menyeret korban makin jauh.
Setelah perjuangan menegangkan, korban pertama kecelakaan laut di Bantul berhasil petugas tarik ke darat. Warga yang menyaksikan dari tepian pantai sontak bersorak lega. Tidak lama kemudian, korban kedua juga berhasil petugas selamatkan.
Warsiman dan Agung selamat. Meski kelelahan akibat melawan arus, keduanya tidak mengalami luka serius. Tim medis segera melakukan pemeriksaan untuk memastikan kondisi mereka stabil.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa laut selatan Yogyakarta selalu menyimpan ancaman. Gelombang besar bisa datang sewaktu-waktu, tanpa tanda pasti.
“Kami mengimbau nelayan memperhatikan kondisi cuaca dan ombak sebelum melaut. Wisatawan juga harus patuh pada aturan keselamatan. Laut selatan tidak boleh dianggap remeh,” tegas Iptu Rita Hidayanto.
Aksi heroik tim penyelamat di Pantai Depok bukan hanya menyelamatkan dua nyawa, tetapi juga menegaskan pentingnya kesiapsiagaan di kawasan wisata pantai selatan.***(Eln)












