bernasnews — Tahun 2026 resmi dimulai. Namun, suasana pergantian tahun di Daerah Istimewa Yogyakarta tidak sepenuhnya berlangsung cerah. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) DIY mengeluarkan peringatan dini cuaca pada Kamis, 1 Januari 2026.
Lembaga ini mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang di seluruh wilayah DIY.
Sejak pagi hari, langit Yogyakarta menunjukkan tanda-tanda perubahan cuaca. BMKG mencatat kondisi cuaca pada pagi hari cenderung cerah berawan.
Meski demikian, awan konvektif mulai berkembang seiring meningkatnya pemanasan permukaan. Kondisi ini membuka peluang terbentuknya hujan dengan intensitas yang lebih tinggi pada jam-jam berikutnya.
Memasuki siang hingga sore hari, BMKG memprakirakan hujan sedang hingga lebat berpotensi mengguyur seluruh wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.
Intensitas hujan yang meningkat ini berisiko memicu genangan air, penurunan jarak pandang, serta gangguan aktivitas masyarakat, terutama di kawasan perkotaan dan jalur wisata.
Pada malam hari, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diperkirakan kembali terjadi secara lebih spesifik. BMKG memprediksi wilayah Kulon Progo bagian selatan dan Gunungkidul bagian tengah berpotensi mengalami hujan dengan curah cukup tinggi.
Sementara itu, hujan ringan hingga sedang berpeluang turun secara merata di seluruh wilayah DIY, memperpanjang durasi kondisi basah hingga larut malam.
Memasuki dini hari, potensi hujan ringan masih bertahan. BMKG memperkirakan hujan ringan akan turun di wilayah Sleman bagian utara dan Gunungkidul bagian selatan. Kondisi ini menunjukkan bahwa sistem cuaca basah masih aktif hingga awal pagi berikutnya.
Dari sisi suhu udara, BMKG mencatat kisaran temperatur berada antara 22 hingga 30 derajat Celsius. Tingginya kelembapan udara, yang berkisar antara 75 hingga 98 persen, turut mendukung pembentukan awan hujan secara intensif.
Sementara itu, angin bertiup dari arah barat daya hingga barat laut dengan kecepatan antara 5 hingga 25 kilometer per jam, yang berpotensi memperkuat dampak cuaca ekstrem.
Tidak hanya di daratan, BMKG juga menyoroti kondisi perairan selatan Yogyakarta. Tinggi gelombang laut di perairan Daerah Istimewa Yogyakarta diprakirakan mencapai 1,25 hingga 2,5 meter atau masuk dalam kategori sedang.
Kondisi ini berisiko membahayakan aktivitas nelayan, wisata bahari, serta pelayaran tradisional di wilayah pesisir.
Melalui peringatan dini yang dirilis, BMKG secara tegas meminta masyarakat untuk waspada terhadap potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang.
BMKG mengimbau warga agar menghindari berteduh di bawah pohon, baliho, maupun bangunan rapuh saat hujan deras berlangsung. Masyarakat juga diharapkan terus memantau informasi cuaca resmi untuk mengantisipasi risiko yang mungkin terjadi.
Hari pertama tahun 2026 pun menjadi pengingat bahwa kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem tetap menjadi kunci keselamatan.
Dengan kesiapsiagaan bersama, masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta diharapkan mampu menyambut tahun baru dengan lebih aman, bijak, dan penuh kehati-hatian.











