bernasnews – Menyambut pergantian tahun menuju 2026, tiga pusat perbelanjaan terbesar di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengambil langkah yang berbeda dari biasanya.
Ambarrukmo Plaza, Jogja City Mall, dan Sleman City Hall secara resmi mengumumkan bahwa mereka tidak akan menggelar pesta kembang api pada malam tahun baru.
Keputusan ini diambil bukan tanpa alasan. Ketiga mall tersebut sepakat menunda kemeriahan kembang api sebagai bentuk empati dan kepedulian terhadap masyarakat di sejumlah wilayah Indonesia, khususnya Sumatera, yang tengah terdampak bencana alam.
Meski tanpa kembang api, ketiga pusat perbelanjaan ini tetap menghadirkan rangkaian acara hiburan yang bisa dinikmati pengunjung untuk menyambut datangnya tahun 2026.
Ambarrukmo Plaza Pilih Rayakan Tahun Baru Tanpa Kembang Api
Informasi pembatalan pesta kembang api pertama kali disampaikan oleh Plaza Ambarrukmo melalui akun Instagram resminya, @plazaambarrukmo, pada 24 Desember 2025.
Dalam unggahan tersebut, manajemen menyebutkan bahwa keputusan ini merupakan wujud solidaritas dan empati atas musibah bencana alam yang melanda Sumatera. Pihak mall menilai bahwa momen pergantian tahun lebih tepat dimaknai dengan kebersamaan dan kepedulian sosial, bukan sekadar kemeriahan visual.
Meski kembang api ditiadakan, pengunjung tetap dapat menikmati berbagai hiburan dalam acara New Year Eve Celebration 2026. Ambarrukmo Plaza menyiapkan:
- Penampilan DJ
- Pertunjukan musik
- Festival kuliner
- Beragam hiburan lainnya
Acara ini akan berlangsung selama dua hari, yakni 30 dan 31 Desember 2025, sehingga pengunjung tetap memiliki banyak pilihan untuk merayakan akhir tahun di pusat perbelanjaan ini.
Jogja City Mall Tetap Hadirkan Pesta Tanpa Kembang Api
Langkah serupa juga diambil oleh Jogja City Mall (JCM). Melalui akun Instagram @jogjacitymall, manajemen mengumumkan pembatalan pesta kembang api pada 24 Desember 2025.
Dalam pernyataannya, JCM menegaskan bahwa keputusan ini diambil sebagai bentuk penghormatan dan solidaritas kepada masyarakat Indonesia yang tengah menghadapi kesulitan akibat bencana alam.
Namun, suasana malam tahun baru tetap akan meriah lewat acara Jocyphoria New Year Eve Party yang digelar pada 31 Desember 2025. Acara ini akan diisi dengan:
- Pertunjukan musik
- Penampilan DJ
- Aksi dance performance
Masyarakat bisa menikmati acara ini mulai pukul 19.00 WIB di area Drop Off Jogja City Mall, yang akan disulap menjadi pusat perayaan malam pergantian tahun.
Sleman City Hall Ikut Batalkan Pesta Kembang Api
Tak ketinggalan, Sleman City Hall juga mengumumkan kebijakan serupa. Informasi ini disampaikan melalui akun Instagram resmi @slemancityhall pada 24 Desember 2025.
Manajemen menyatakan bahwa pembatalan pesta kembang api dilakukan sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas terhadap para korban bencana alam di Sumatera dan wilayah lainnya di Indonesia.
Sebagai gantinya, Sleman City Hall tetap menggelar acara malam tahun baru bertajuk “New Year 2026 With Sleman City Hall”. Dalam perayaan ini, pengunjung akan disuguhi:
- Pertunjukan DJ
- Penampilan band
- Dance performance
- Beragam hiburan lainnya
Acara ini akan berlangsung di Plaza Drop Off, Jalan Magelang, Sleman City Hall, dan dimulai pada pukul 20.00 WIB.
Keputusan tiga mall besar di Jogja ini ternyata mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Berdasarkan pantauan pada kolom komentar di unggahan Instagram masing-masing mall, banyak warganet menyampaikan apresiasi dan pujian atas kebijakan tersebut.
Tidak sedikit yang menilai langkah ini sebagai bentuk kepekaan sosial dan kepedulian nyata terhadap kondisi saudara-saudara di daerah terdampak bencana. Bagi publik, pembatalan pesta kembang api dinilai lebih bermakna daripada sekadar kemeriahan sesaat.
Rayakan Tahun Baru dengan Cara yang Lebih Bermakna
Meskipun tanpa dentuman kembang api di langit Jogja, pergantian tahun 2026 tetap bisa dirayakan dengan penuh kegembiraan melalui berbagai acara musik, hiburan, dan kebersamaan yang disediakan oleh ketiga mall tersebut.
Langkah Ambarrukmo Plaza, Jogja City Mall, dan Sleman City Hall ini sekaligus menunjukkan bahwa perayaan tidak selalu harus identik dengan pesta besar, tetapi juga bisa menjadi momentum untuk menunjukkan empati, solidaritas, dan kepedulian terhadap sesama. (anp)












