bernasnews — Menjelang pergantian malam Tahun Baru 2026, potensi kejahatan jalanan kembali menjadi perhatian di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Jogja Police Watch (JPW) meminta aparat kepolisian meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya aksi klitih, khususnya pada jam-jam rawan di malam hingga dini hari.
Divisi Humas Jogja Police Watch, Baharuddin Kamba, menyampaikan bahwa sepanjang tahun 2025 pihaknya mencatat puluhan kasus kejahatan jalanan atau klitih di wilayah DIY.
Data tersebut menunjukkan bahwa fenomena klitih masih berlangsung dan perlu mendapat perhatian serius dari aparat penegak hukum. Menurut Baharuddin, sebagian besar korban klitih mengalami luka akibat penggunaan senjata tajam.
Aksi tersebut umumnya dilakukan secara spontan dan terjadi pada waktu-waktu tertentu, terutama pada malam hari menjelang dini hari. Pola waktu ini, kata dia, berulang dan menjadi karakteristik kejahatan klitih di Yogyakarta.
Baharuddin juga menjelaskan bahwa pelaku menyasar korban secara acak. Dalam banyak kasus, pelaku dan korban tidak saling mengenal. Kondisi tersebut menyebabkan masyarakat umum memiliki risiko yang sama untuk menjadi korban, terutama ketika beraktivitas di ruang publik pada malam hari.
JPW turut menyoroti keterlibatan pelajar dalam sejumlah kasus klitih, baik sebagai pelaku maupun korban.
Menurut Baharuddin, situasi ini menunjukkan adanya persoalan yang berkaitan dengan lingkungan sosial, pengawasan keluarga, serta kontrol terhadap aktivitas remaja, khususnya pada malam hari.
Patroli Diminta Tidak Terpusat di Keramaian
Menjelang malam pergantian Tahun Baru 2026, Baharuddin meminta kepolisian tidak hanya memusatkan pengamanan di titik-titik keramaian.
Ia menilai kawasan wisata seperti Malioboro memang membutuhkan pengamanan, namun wilayah lain yang berpotensi menjadi lokasi klitih juga perlu mendapatkan perhatian.
“Polisi perlu meningkatkan patroli rutin di kawasan rawan seperti ring road dan jalur-jalur sepi. Pengamanan tidak boleh hanya terpusat di pusat keramaian, sementara lokasi lain minim pengawasan,” kata Baharuddin.
JPW menilai patroli yang dilakukan secara intensif dan merata dapat membantu menciptakan rasa aman bagi masyarakat yang beraktivitas atau merayakan malam Tahun Baru. Kehadiran aparat di lokasi rawan dinilai berpotensi mencegah terjadinya aksi kekerasan di jalanan.
Soroti Peredaran Minuman Beralkohol
Selain peningkatan patroli, JPW juga meminta kepolisian melakukan penertiban terhadap peredaran minuman beralkohol ilegal. Baharuddin menyebut konsumsi minuman beralkohol kerap menjadi faktor pemicu terjadinya aksi klitih, terutama di kalangan remaja.
Menurutnya, upaya pencegahan kejahatan jalanan perlu dibarengi dengan razia minuman keras ilegal secara konsisten. Tanpa langkah tersebut, potensi terjadinya klitih pada malam Tahun Baru dinilai masih cukup tinggi.
JPW berharap kepolisian dapat menerapkan langkah-langkah preventif secara terencana dan menyeluruh. Dengan pengamanan yang merata, JPW menilai masyarakat dapat merayakan malam pergantian Tahun Baru 2026 dengan aman dan tertib. (Eln)












