Merindukan Kembali Tabloid BIAS dan Para Personil Siswa yang Potensial

Beberapa personil Tabloid BIAS Dinas Dikpora DIY saat mengadakan pertemuan di Yogyakarta ketika media remaja itu masih terbit. (Foto : Dokumentasi Anto Margono)

bernasnews – Selama beberapa dekade yang lalu, pernah terbit beberapa media pendidikan milik Pemerintah Daerah (Pemda) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dalam hal ini Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga. Media itu menyapa para pembacanya dengan aneka muatan yang menarik dan bermanfaat.

Ketiga media pendidikan itu adalah Majalah Candra untuk para guru, Majalah Gembira untuk siswa SD dan SMP sederajat, dan Tabloid BIAS untuk siswa SMP dan SMA sederajat. Para pengasuh dan kontributornya adalah siswa dan guru. Mereka adalah personil yang memiliki kemauan dan kemampuan menulis setelah memperoleh pendidikan dan latihan dari Dinas Dikpora DIY.

Hari Pendidikan Nasional 2 Mei dan Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober menjadi momentum berharga bagi kalangan pendidikan khususnya dan Bangsa-Negara umumnya di tanah air tercinta Indonesia. Karena pada kesempatan ini, kita semua yang telah mengenyam pendidikan formal, selain pendidikan informal dan pendidikan nonformal, dapat merasakan manfaat, menerapkan dalam kehidupan dan memberikan warisan bermakna bagi generasi penerus.

Salah satu paguyuban yang ikut bahagia di momentum Hardiknas itu adalah Komunitas Eks Majalah Candra. Media berkala yang terbit perdana pada 2 Mei 1970 oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta (kini Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga DIY) berizin terbit STT Nomor 229/SK/Dirjen PPG/STT/1976. Dalam perkembangannya, media ini juga memperoleh ISSN dari LIPI (kini BRIN) bernomor 2302-3481

Sedangkan momentum Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober adalah tanggal lahirnya tabloid BIAS di tahun 1995. Namun baik Candra, Gembira dan BIAS telah pamit mundur alias tidak terbit kembali dari dunia literasi pendidikan di DIY pada saat pandemi Covid 2020.

Penulis masuk ke jajaran redaksi media pendidikan itu pada tahun 1995 sampai edisi “terakhir” tahun 2019. Semula baru ada Majalah Candra untuk para guru dan Tablod Gembira untuk para siswa SD dan SMP. Kemudian pada tahun 1995 diterbitkan pula Tabloid BIAS untuk para siswa SMA/K. Banyak hal yang telah kami lakukan bersama teman-teman guru dan staf dinas untuk mengisi konten tiga media itu dan menyebarkannya ke kalangan pendidikan dengan dana APBD DIY.

Aneka kegiatan yang telah dilakukan antara lain rapat redaksi, liputan berita, pendidikan dan latihan (diklat) kepenulisan, road show jurnalistik, kunjungan media, wisata pers, lomba menulis, sampai penerbitan buku karya wartawan, guru, dan siswa. Suka duka ikut mengelola penerbitan media pendidikan milik pemerintah telah kami alami. Sukanya antara lain, semua kegiatan keredaksian didanai oleh APBD. Dukanya antara lain, produksi media tidak dapat dikembangkan dari sisi oplah karena sudah dibujet dananya.

Beberapa waktu yang lalu, penulis bertemu dengan Ika Andre, salah satu personil BIAS angkatan pertama dalam sebuah acara peluncuran dan diskusi buku di UGM Yogyakarta. Dari Ika, penulis kemudian dapat tersambung kembali dengan Tutut Astuti. Pertemuan antarsahabat pembelajar di bidang kepenulisan media remaja itu pun terasa hangat kembali. Ada kerinduan menyeruak untuk dapat bertemu dan sekaligus berharap dapat lahirnya kembali tabloid remaja yang keren pada masanya itu.

Eks personil BIAS Kusno SU yang kini ikut tergabung dalam sebuah penerbitan media cetak di Yogyakarta pernah memuat kisah tentang dinamika tabloid Dinas Dikpora DIY itu dalam sebuah edisi korannya. Ini merupakan sumbangan bermakna untuk menambah rekam jejak literasi media remaja itu.

Manfaat bagi pendidikan
Sekretaris Daerah Pemda DIY (pada waktu itu) K. Baskara Aji menyambut gembira dan mengucapkan selamat atas HUT ke-50 Majalah Candra (dan tabloid Gembira) pada 2020. Ucapan selamat itu kiranya juga ditujukan kepada Tabloid BIAS, adik Majalah Candra dan Majalah Gembira.

Menurut dia, perjalanan Candra yang sudah sedemikian lamanya ini telah memberikan manfaat bagi guru dan siswa. Karena di media inilah para guru dapat menuliskan pengalaman atau pendapat tentang pendidikan yang bermanfaat bagi mereka sendiri maupun pendidikan secara umum.

“Saya ucapkan apresiasi dan penghargaan saya kepada pengelola karena mempertahankan terbitan yang lama itu bukan perkara mudah. Sudah sekian generasi, sehingga harapan saya, Candra dan Gembira ini penerbitannya dapat lebih sering, diperpanjang dalam setiap tahunnya.

Harapannya akan memberikan kesempatan yang banyak kepada kalangan pendidikan, khususnya guru. Mudah-mudahan media pendidikan ini selalu dapat sampai ke tangan para guru dan siswa ke depannya,” kata Baskara Aji yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Dikpora DIY.

Momentum Hardiknas 2 Mei dan Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober akan terus ada. Majalah Candra, Gembira dan BIAS pun pernah ada. Namun masih adakah harapan, ketiga media pendidikan di Kota Pendidikan ini terbit kembali? Beberapa personel di wag eks Majalah Candra kadang masih berharap demikian. Demikian pula beberapa personil BIAS seperti Kusno SU, Tutut Astuti, Ika Andre.

Namun harapan itu kian terdengar sayup-sayup, seiring dengan bertambahnya waktu dan kesibukan setiap insan pengasuhnya di masa lalu. (Anto Margono, Eks Wartawan Candra, Gembira dan BIAS, Dinas Dikpora DIY),