bernasnews – Jogja Early Years Centre (JEYC) kembali menegaskan komitmennya dalam pendidikan anak usia dini melalui penyelenggaraan Winter Festival 2025 bertema “A Warm Family in Winter”. Acara yang digelar di kampus JEYC, Sleman, Yogyakarta, ini menjadi ruang pertemuan antara sekolah, keluarga siswa, dan masyarakat dalam suasana hangat penuh kebersamaan.
Festival ini dihadiri oleh orang tua siswa, jajaran manajemen JEYC, serta sejumlah undangan termasuk rekan media. Tidak sekadar perayaan akhir tahun, Winter Festival dirancang sebagai medium pembelajaran yang menempatkan keluarga sebagai bagian penting dari proses tumbuh kembang anak.
Melalui rangkaian kegiatan yang inklusif dan ramah anak, JEYC menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus bermakna. Anak-anak tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga subjek utama dalam setiap kegiatan yang diselenggarakan.
Kegiatan ini sekaligus memperlihatkan pendekatan JEYC yang menekankan pendidikan holistik, di mana aspek emosional, sosial, dan kepercayaan diri anak mendapat perhatian yang sama besar dengan kemampuan akademik.
Winter Festival Jadi Ruang Ekspresi dan Pembelajaran Anak
Salah satu agenda utama dalam Winter Festival 2025 adalah pertunjukan drama musikal yang dibawakan langsung oleh siswa JEYC. Penampilan ini mencerminkan proses panjang pembelajaran anak dalam membangun keberanian, kerja sama, serta kemampuan berekspresi di depan publik.
Principal JEYC, Hanifah Putri, menegaskan bahwa pertunjukan tersebut bukan sekadar hiburan.
“Drama musikal yang ditampilkan hari ini bukan sekadar pertunjukan, tetapi bagian dari proses belajar anak untuk berani tampil, bekerja sama, dan merasakan kegembiraan belajar. Ya sesuai dengan tagline sekolah ini yaitu Partner in every milestone,” ujarnya.
Menurut Hanifah, setiap langkah kecil dalam perkembangan anak merupakan pencapaian yang layak dirayakan, termasuk keberanian untuk berdiri di atas panggung meski masih diliputi rasa gugup.
Winter Charity Giving, Tanamkan Nilai Empati Sejak Dini
Selain pertunjukan seni, Winter Festival 2025 juga diisi dengan program Winter Charity Giving. Program ini mengajak keluarga siswa untuk berpartisipasi dalam kegiatan donasi sebagai bagian dari pembelajaran nilai empati dan kepedulian sosial sejak usia dini.
Donasi yang terkumpul akan disalurkan ke Panti Asuhan Sayap Ibu. Hanifah menyampaikan rasa terima kasih atas partisipasi orang tua.
“Besok, kami akan mengirimkan donasi ke Panti Asuhan Sayap Ibu, yang pastinya akan sangat bermanfaat bagi mereka, dan saya berharap ini bisa menghadirkan senyuman untuk anak-anak lain di luar sana,” tuturnya.

Komunikasi Intensif Jadi Fondasi Pendidikan di JEYC
Dalam kesempatan tersebut, Hanifah juga menjelaskan bahwa komunikasi menjadi salah satu pilar utama dalam sistem pendidikan di JEYC. Sejak usia bayi hingga jenjang kindergarten, orang tua dilibatkan secara aktif dalam proses belajar anak.
JEYC menerapkan sistem laporan harian, mingguan, hingga evaluasi berkala berbasis aplikasi digital. Orang tua mendapatkan informasi perkembangan anak secara verbal dan tertulis, lengkap dengan dokumentasi foto dan video untuk memastikan transparansi dan rasa aman.
“Jadi kita tidak hanya memberikan evaluasi, tapi juga memberikan suggestion yang bisa diteruskan di rumah. Kita ingin orang tua dan sekolah benar-benar menjadi mitra tumbuh kembang anak,” jelas Hanifah.
Konsep All In School dan Pendekatan Berbasis Kebutuhan Anak
Perwakilan Yayasan Praya Cipta Cendekia, Alda Isga, menyampaikan bahwa JEYC mengusung konsep pendidikan yang terintegrasi dan ramah bagi orang tua.
“Pendidikan anak usia dini tidak berdiri sendiri. Kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat adalah kunci untuk membentuk generasi yang berkarakter,” ungkapnya.
Alda menambahkan, JEYC menerapkan sistem biaya all in untuk kegiatan sekolah. Fasilitas seperti kolam renang, gym untuk pengembangan motorik, serta program pengalaman sensorik tersedia dan dapat digunakan setiap hari tanpa biaya tambahan. Hal inilah yang disuguhkan untuk membiarkan anak bisa berekplorasi untuk perkembangan para anak.
Melalui Winter Festival 2025, JEYC kembali menegaskan posisinya sebagai mitra orang tua dalam mendampingi setiap tahapan perkembangan anak. Dengan mengedepankan komunikasi terbuka, pendekatan holistik, serta lingkungan belajar yang aman dan hangat, JEYC berkomitmen untuk terus tumbuh dan berbenah bersama keluarga siswa.
Festival ini tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga refleksi bahwa pendidikan anak usia dini adalah proses panjang yang layak dijalani bersama, dengan saling percaya, berkolaborasi, dan merayakan setiap milestone kecil dalam perjalanan anak.











