News  

Diseminasi Produk Penerjemahan untuk Jaga Eksistensi Bahasa Jawa  

Kepala Balai Bahasa Provinsi DIY Anang Santosa, didamping Ratun Untoro dan Wuri Rohayati, di Platinum di acara Desiminasi Produk Penerjemahan Tahun 2025, di Platinum, Adisutjipto Hotel, Sleman, Selasa 16/12/2025. (Foto : Y.B. Margantoro/bernasnws)
bernasnews – Bahasa Jawa diusahakan untuk tetap eksis dan menjadi sarana tutur aktif di masyarakat khususnya warga Jawa dengan berbagai upaya. Balai Bahasa Provinsi Daeerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengupayakan hal itu dengan melaksanakan kegiatan diseminasi produk penerjemahan.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Balai Bahasa Provinsi DIY Anang Santosa, yang didampingi Ratun Untoro dan Wuri Rohayati, kepada pers seusai pelaksanaan Dsemninasi Produk Penerjemahan Tahun 2025 bertajuk “Cerita dari Jogja : Menjaga Bahasa, Menguatkan Imajinasi Anak” di Platinum Adisutjipto Hotel & Conference Center, Jalan Raya Solo-Yogyakarta No 28, Sleman, DIY, Selasa (16/12/2025).
Pada tahun 2025, Balai Bahasa Provinsi DIY telah menghasilkan 107 judul buku cerita anak untuk jenjang pembaca dini, jenjang pembaca awal, dan jenjang pembaca semenjana. Buku-buku tersebut saat ini sedang dalam proses penilaian kelayakan buku oleh Pusat Perbukuan, Kemendikdasmen. Buku-buku yang layak penilaian, nantinya dapat digunakan sebagai bahan pengayaan pembelajaran di sekolah-sekolah.
Kegiatan diseminasi produk penerjemahan merupakan muara dari proses panjang yang telah dijalani tim penerjemahan dan tim Balai Bahasa Provinsi DIY. Ini merupakan buah dari proses seleksi naskah, penerjemahan, penyuntingan, penyusunan ilustrasi, penataan letak, dan pengajuan ISBN.
Wuri Rohayati menambahkan, tema yang diusung dalam kegiatan tahun ini menebar makna bahwa Cerita Anak Produk Penerjemahan Balai Bahasa Provinsi DIY merupakan cerita anak bernuansa lokal Yogyakarta yang didedikasikan untuk putra-putri kita. Cerita-cerita tersebut disajikan dalam dua bahasa (Jawa-Indonesia) sebagai upaya menjaga bahasa: melestarikan bahasa Jawa dan memperkuat bahasa Indonesia. Melalui cerita yang menarik di dalamnya, pembaca diajak bertualang ke dunia imaji yang luas tanpa batas.
Peserta kegiatan sebanyak 300 orang dari unsur UPT Kemendikdasmen, Dinas Pendidikan, Dinas Perpustakaan, penulis, penelaah, ilustrator, penyunting, juri seleksi naskah dan seleksi ilustrator, komunitas literasi, MGMP Bahasa Indonesia, MGMP Bahasa Jawa, K3S SD, media massa, serta pegawai Balai Bahasa Provinsi DIY.
Menurut Wuri, tujuan kegiatan ini adalah untuk menyebarluaskan informasi mengenai produk penerjemahan Balai Bahasa Provinsi DIY, yaitu berupa buku cerita anak dwibahasa (Jawa—Indonesia) sehingga produk lembaga ini dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk peningkatan kemampuan literasi masyarakat pada umumnya dan peserta didik pada khususnya.
“Data capaian tahun 2021 hingga 2025: Balai Bahasa Provinsi DIY telah memiliki 341 judul cerita produk penerjemahan. Buku-buku tersebut tersedia dalam versi cetak dan digital. Buku versi cetak dapat diakses melalui perpustakaan Balai Bahasa Provinsi DIY. Sementara itu, buku versi digital dapat diakses melalui platform Perpustakaan Balai Bahasa Provinsi DIY, Repositori Kemendikdasmen, dan Penjaring Badan Bahasa,” kata Wuri Rohayati.
Pada kesempatan ini juga ditampilkan gelar wicara oleh Ketua Tim Pembinaan Bahasa dan Sastyra Balai Bahasa Provinsi DIY Mulyanto, S.S., M.Hum., dan Dosen Pendidikan Sekolah Dasar UNY Dr. Supartinah, M.Hum. (mar)