bernasnews – Menyambut liburan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Paguyuban UMKM Kuliner Kampung Suryoputran menggelar acara Soft Opening “Kuliner Sore Pasar Kluwih”, Jalan Suryoputran, Kelurahan Panembahan, Kemantren Kraton, Yogyakarta, Senin, 16 Desember 2025, Pukul 17:00 – 23:00 WIB.
Ketua Kampung Suryoputran H. Bandrio Utomo, SE kepada bernasnews mengatakan, bahwa Kuliner Sore Pasar Kluwih usai soft opening akan buka secara berkelanjutan setiap harinya. Menurutnya, dalam masa uji coba ini akan diikuti 10 tenant dari jumlah 21 tenant yang telah mendaftar.
“Semua tenant atau lapak belum bisa buka semua lantaran masih ada pekerjaan yang harus mereka selesaikan di bulan Desember ini. Sementara untuk pengisi lapak ini kami prioritaskan untuk UMKM warga Kampung Suryoputran terlebih dahulu, dengan cara seleksi atau semacam kurasi agar kuliner yang disajikan tidak sama dan berkualitas,” ujar Bandrio, Sabtu (13/12/2025).
Lanjut Bandrio menjelaskan, pembukaan “Kuliner Sore Pasar Kluwih” merupakan upaya dari pengurus kampung untuk memberikan wadah bagi warga yang mempunyai usaha di bidang kuliner dan cukup banyak di Kampung Suryoputran. Sementara lapak yang buka nantinya, seperti Gudeg (Basah) Bu Nik, Bakmi Jawa Pak Annas, Ronde, Mie Ayam, Dinsum, Bebakaran, dan lainnya.
“Target kami akhir Desember ini lapak yang telah terdaftar dapat terpenuhi semua. Pasalnya mulai Januari 2026 dari Dinas Pasar akan mengenakan biaya sewa lapak. Apabila tidak dapat terpenuhi bahkan jika ada yang mengundurkan diri, lapak akan kami tawarkan pada warga kampung sebelah,” tandas Bandrio.
Sementara itu, di tempat terpisah Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Panembahan Grumegah, Y. Sri Susilo menyampaikan apresiasi kepada pengurus kampung yang telah menginisiasi hadirnya “Kuliner Sore Pasar Kluwih”.
Menurut Susilo, rencana tersebut termasuk ide yang kreatif dan inovatif, dalam arti mengoptimalkan pemanfaatan Pasar Kluwih yang aktif pagi sampai siang hingga malam hari. Kuliner Pasar Kluwih nantinya diharapkan menjadi alternatif kuliner di Alkid (Alun alun Kidul).
“Oleh karena itu, jenis atau macam kuliner yang disajikan akan menjadi daya tarik utamanya. Mulai dari minuman, snack dan menu yang pas untuk sajian di malam. Juga harga yang dipathok sesuai dengan kantong mahasiswa tentunya,” ujar Susilo, penggiat wisata yang hobi gowes.
Susilo menambahkan, promosi yang intensif, termasuk sumber sosmed (sosial media) menjadi faktor kunci Pusat Kuliner Pasar Kluwih akan dikenal dengan cepat oleh masyarakat luas. Pengelola harus menjaga kebersihan, keamanan dan kenyamanan termasuk fasilitas parkir.
“Konsumen atau pembeli pertama tentu diharapkan dari warga sekitar dan wilayah nJeron Beteng Kraton Yogyakarta. Ayo kita ramaikan pusat kuliner Pasar Kluwih,” ujar Susilo, yang juga Pengurus KADIN DIY.
Sejarah Pasar Kluwih
Pasar Kluwih mempunyai arsitektur bangunan yang ikonik dan disesuaikan dengan fasad Njeron Benteng Kraton Yogyakarta yang juga bagian dari Sumbu Filosofi Yogyakarta. Menurut sejarah, Pasar Kluwih Ngadikusuman (sebutan lengkapnya, red) berawal dari kumpulan beberapa pedagang yang berjualan di depan nDalem Ngadikusuman, Jalan Magangan Wetan, timur Kraton.
Para pedagang berjualan untuk memenuhi kebutuhan para Abdi Dalem Sekullanggen, yaitu abdi dalem yang bertugas di dapur Kraton. Kemudian dengan perekembangan zaman dan jumlah pedagang maupun pembeli bertambah sehingga direlokasi di lahan milik warga sekitar tahun 1960an.
Disebut Pasar Kluwih karena lahan tempat relokasi pasar tumbuh pohon Kluwih (Artocarpus camansi) yang tumbuh sangat besar. Sejak itulah masyarakat menyebutnya Pasar Kluwih, meskipun berada di tepian jalan setelah di atas lahan didirikan Masjid Wiworojati Suryoputran. Hingga kekinian pindah di sebuah bangunan yang lebih reprentatif dan estetik. (ted)












