bernasnews — Judul Buku: Ada Asmara di Jogja (Kumpulan Cerpen), Tahun Terbit: November 2025, Penulis : AM Lilik Agung, Penerbit : PT. Galeri Human Capital, Tangerang, Tebal Buku: vi + 112 Halaman, ISBN : 978-634-234-646-4
Buku berjudul Ada Asmara di Jogja ini merupakan kumpulan cerpen yang terdiri dari 14 judul, yakni : Warsa 2000-2025, Mencium Bernadette di Toulouse, Hanz Matthaeus dari Magelang, Tentang Amira, 1998-2023, Cah Bagus, Deep Purple dalam Lima Cerita, Yamila Bertamu Ada Asmara di Yogya, Bu Guru Ester, Desember Hujan Deras, Malam Natal Bersama Bapak,Tahun Baru Penuh Berkat dan judul ke14 Tentang Masa lalu.
Buku ini sebagian ceritanya menggambarkan perjalanan hidup yang dialami oleh penulis sendiri, dan mampu disajikan dengan alur cerita yang mudah dipahami, penyusunan rangkaian kata dan bahasa yang lugas dan kekinian, walaupun terdapat nama yang disamarkan.
Dipaparkan secara jelas dalam cerpen Ada Asmara di Jogja (halaman 65). Suatu tempat, yakni di Manhattan Sky Cafe, aku memilih kursi di sisi kanan panggung. Tak sepenanak nasi setelah kehadiranku, cafe dipenuhi orang. Jam delapan malam, dari panggung muncul para musisi. Meluncur “Another Day” milik Dream Theater.Satu lagu selesai.
Tiba-tiba hadir lekaki tua dihadapanku. Cerita dalam satu kalimat inilah yang membuat cerpen Ada Asmara di Jogja menjadi penasaran untuk membacanya hingga selesai karena ternyata pacar nama paman Charles adalah nenek yang ditunjukan dalam foto ponsel oleh Kirana. Sebagian besar cerpen yang dirangkum dalam buku ini banyak mengandung pesan tersendiri bagi para pembaca.
Buku ini banyak diceritakan kisah manis dan pahitnya kehidupan manusia urban dari Jogja hingga melalang buana sampai kota-kota yang ada di Eropa, bahkan dengan membaca tuntas dari cerpen-cerpen yang tersaji dalam buku ini bisa membangkitkan semangat untuk kedepannya bagi pembacanya. Dan tidak mengherankan karena penulis buku ini juga bergerak dalam dunia motivator.
Itulah kepiawean AM.Lilik Agung dalam setiap menggoreskan cerita cerpennya senantiasa ada perasaan terharu, sedih, senang bahkan pembaca bisa ikut larut dalam perasaan kehilangan sesuatu. Buku cerpen Ada Asmara di Jogja ini merupakan buku fiksi kelima AM. Lilik Agung, dan buku ke 22 dari seluruh karyanya.
Buku cerpen Ada Asmara di Jogja ini sangat baik untuk dibaca oleh siapa saja dari kalangan apapun, karena dengan membaca buku ini dapat sebagai refleksi hidup dan kehidupan yang realitanya tidak semulus yang direncanakan manusia. (Z. Bambang Darmadi, Penulis Buku dan Pemerhati UMKM)












