News  

Walikota Yogya Siapkan Pemindahan Depo Kotabaru untuk Kenyamanan Ibadah Natal 2025

Walikota Yogyakarta, Hasto Wardoyo saat bicara soal persiapan pengelolaan sampah jelang Nataru. Foto: birgita/bernasnews

bernasnews – Pemerintah Kota Yogyakarta bergerak cepat dalam menangani persoalan sampah menjelang momen Natal dan Tahun Baru (Nataru). Salah satu langkah utama adalah pembersihan sekaligus rencana pemindahan Depo Sampah Kotabaru agar tidak mengganggu kenyamanan umat beribadah. Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menegaskan bahwa penataan kawasan Kotabaru menjadi prioritas demi memastikan prosesi ibadah Natal berlangsung khidmat.

Hasto menyampaikan bahwa dirinya telah memikirkan dengan serius agar Kotabaru tidak lagi digunakan sebagai lokasi tumpukan depo sampah.

“Sedangkan pengelolaan sampah di Nataru, saya itu sudah berpikir keras bagaimana di Kotabaru itu tidak lagi untuk menumpuk depo sampah. Karena di situ ada gereja. Saya ingin berusaha agar yang di Kotabaru itu sebelum Natal ini sudah bersih dan bahkan saya berusaha untuk memindah (depo),” ujarnya.

Keputusan untuk memindahkan depo sampah dilakukan demi kenyamanan masyarakat yang akan menjalankan ibadah Natal. Namun Hasto mengakui pemindahan depo bukan perkara mudah.

“Mohon doanya mudah-mudahan itu bisa selesai untuk memindah tempat. Karena di Kota Yogyakarta ini cari tempat tidak mudah. Tapi saya berusaha keras dalam rangka Natal tahun baru, depo-depo sampah ini kami bersihkan,” tegasnya.

Ia memastikan bahwa pembersihan depo, termasuk Kotabaru, akan dilakukan optimal meski waktu menuju Natal semakin dekat.

“Saya lihat 10 Desember ini, tinggal 2 hari ini, membersihkan deponya. Kemarin kan 10 Desember bersih,” tambahnya.

100 Truk Dikerahkan untuk Pengangkutan Massal

Operasi pembersihan akan dilakukan secara besar-besaran dengan melibatkan ratusan armada.

“Kami mau mengerahkan sebanyak 100 truk hari Rabu itu. Karena saya sudah janjikan. Hari Rabu itu kita akan mengerahkan 100 truk,” ungkap Hasto.

Selain depo Kotabaru, titik-titik lain di Yogyakarta turut menjadi sasaran pembersihan. Hasto mengaku operasi kali ini harus dilakukan secara maksimal meski terdapat pembatasan pengiriman sampah ke TPST Piyungan.

Keterbatasan Kuota Pembuangan Tak Hentikan Upaya

Pemkot Yogyakarta hanya menerima jatah pembuangan 300 ton sampah per minggu dari Pemerintah DIY. Kondisi ini membuat pengelolaan harian tidak dapat berjalan maksimal.

“Meskipun kan ada keterbatasan kuota menerima di TPST Piyungan oleh provinsi. Tapi ya kami harus berusaha lah. Bukan per hari, sekarang per minggu dikasih 300 ton,” terang Hasto.

Dengan pembatasan tersebut, Pemkot harus menyesuaikan pola angkut agar tidak terjadi penumpukan berkepanjangan, terutama menyambut Nataru.

Data Pemkot menunjukkan saat ini masih terdapat lebih dari 200 ton sampah di depo seluruh kota.

“Ya deponya ada, sekarang ini deponya tinggal 20 yang isi. Tapi yang utama ada 11 ya. Jadi ya, 11 kali, ya sekitar 200 ton. Sekitar 210 ton,” kata Hasto.

Jumlah tersebut menjadi target utama pengangkutan saat operasi pembersihan masif berlangsung. Pemkot memastikan semua depo bersih sebelum Natal agar suasana kota lebih nyaman bagi warga dan wisatawan.

Hasto menegaskan kembali bahwa fokus utamanya bukan hanya kebersihan kota, tetapi kenyamanan ibadah masyarakat.

“(Untuk pemindahan depo sebelum Natal) Mohon doanya lah saya. Nataru ini. Saya berusaha permanen. Karena disitu menurut saya tidak pada tempatnya lah. Jangan sampai nanti mengganggu ibadah Nataru,” tuturnya.

Dengan dukungan masyarakat dan semua pihak yang terlibat, Pemkot berharap pemindahan depo dapat terwujud secara permanen setelah Nataru sehingga kawasan Kotabaru dapat kembali tertata tanpa gangguan lingkungan.