News  

Dua Minibus Terbakar di Pengasih usai Perbaikan AC, Api Sempat Menjalar ke Rumah dan Warung

Dua minibus terbakar di halaman rumah warga Terbah, Pengasih, Kulon Progo. (Ist) 

bernasnews – Suasana sore di Terbah, Pengasih, Kulon Progo, berubah panik ketika api melahap dua minibus yang terparkir di halaman sebuah rumah pada Sabtu, 6 Desember 2205 sekitar pukul 15.30 WIB.

Kobaran api tidak hanya menghancurkan kendaraan, tetapi juga sempat menjalar ke bagian rumah utama dan warung milik putra pemilik rumah.

Kepala Seksi Damkar dan Penyelamatan BPBD Kulon Progo, Raden Chris Hartanto, menjelaskan bahwa kebakaran bermula saat pemilik rumah, Tono, baru saja menyelesaikan perbaikan AC salah satu minibusnya.

Setelah memastikan kondisi kendaraan baik, Tono melanjutkan kegiatan dengan menyapu area sekitar.

“Beliau itu punya dua minibus. Katanya tadi memperbaiki AC bus-nya dulu. Mungkin sudah dinyatakan bagus, kemudian beliau langsung sekalian bersih-bersih, nyapu di lokasi,” jelas Chris.

Tidak lama setelah Tono meninggalkan area kendaraan, percikan api muncul dan dengan cepat membesar. Angin kencang membuat api segera merambat dan melahap kedua minibus.

“Mendapati api yang cepat membesar, beliau panik, langsung mematikan listrik, lalu mengendarai motor untuk melapor ke Damkar,” tambahnya.

Upaya Pemadaman dan Dugaan Kerugian

Damkar Kulon Progo mengerahkan tiga armada pemadam, satu unit tangki air, serta suplai air tambahan dari Tagana dan PMI. Sekitar 30 personel dikerahkan untuk menjinakkan api yang terus membesar.

“Personel yang merapat ke sini banyak sekali, kira-kira sekitar 30-an personel,” ujar Chris.

Proses pemadaman berlangsung dramatis. Petugas harus menghadapi panas api yang membungkus kedua minibus hingga hanya menyisakan rangka. Setelah api padam, proses pendinginan berlangsung sekitar satu jam.

“Dua minibus itu hangus,” tegas Chris.

Api sempat menjalar ke bagian pojok rumah utama dan warung milik putra Tono, namun kerusakan bangunan tidak parah. PLN dipanggil ke lokasi untuk memastikan keamanan instalasi listrik yang terdampak.

Terkait kerugian, pendataan masih berlangsung. Namun estimasi awal dari pemilik rumah mencapai sekitar Rp150 juta. Chris memperkirakan nilai kerusakan bisa lebih besar.

“Kalau perkiraanku punjul (lebih), Mas. Karena dua minibus plus rumah, warung juga. Berarti sekitar 400-an juta, tapi ini baru perkiraan,” ujarnya. (Eln)