bernasnews– Seorang pelajar asal Wonosari terkapar di tengah jalan setelah sepeda motor yang ia kendarai menghantam sebuah mobil yang hendak masuk halaman rumah warga.
Peristiwa ini berlangsung di Jalan Baron Km 1, Padukuhan Tegalsari, Kalurahan Siraman, Kapanewon Wonosari, Jumat (05/12/2025) sekitar pukul 09.00 WIB.
Peristiwa bermula ketika Ioviano Ilya Nasserie, pelajar yang mengendarai motor Honda Supra bernomor polisi AB 2711 ND, melaju dari arah Selatan (Baron) menuju Utara (Wonosari).
Ia mengendarai motornya di jalan lurus yang tampak lengang. Namun, dari arah berlawanan muncul mobil Suzuki Katana bernomor polisi AB 1489 DV yang dikemudikan Mahdiansyah (58). Pengemudi mobil tersebut berniat berbelok ke arah Barat masuk ke halaman rumah warga.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Gunungkidul, Ipda Nur Ikhwan, menjelaskan bahwa jarak kedua kendaraan terlalu dekat ketika mobil mulai mengambil manuver belok.
Ioviano yang melihat mobil itu sudah berada di jalurnya berusaha mengerem, tetapi ia tidak dapat menguasai laju kendaraan.
“Pengendara motor tidak dapat menguasai kendaraan sehingga tabrakan pun tidak dapat dihindari,” tegas Ipda Nur Ikhwan dalam keterangannya.
Benturan keras membuat tubuh Ioviano terpental dan jatuh tersungkur di aspal. Warga sekitar yang mendengar suara hantaman langsung berhamburan keluar rumah dan memberikan pertolongan pertama.
Beberapa saksi menyebut korban sempat berusaha bangun, tapi langsung kembali ambruk karena menahan rasa sakit.
Petugas medis yang tiba di lokasi segera memberikan penanganan dan mengevakuasi korban ke fasilitas kesehatan terdekat.
Pemeriksaan medis menunjukkan bahwa Ioviano mengalami patah tulang rahang bawah dan pendarahan pada bagian perut. Kondisi ini membuat tim medis harus memberikan penanganan intensif.
Sementara itu, pengemudi mobil, Mahdiansyah, tidak mengalami luka. Ia langsung memberi keterangan pada pihak kepolisian untuk mengungkap kronologi pasti kecelakaan tersebut.
Hingga kini, Satlantas Polres Gunungkidul masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk menentukan penyebab utama kecelakaan dan memastikan apakah terdapat unsur kelalaian dari salah satu pihak.
Ipda Nur Ikhwan menegaskan kecelakaan pelajar Wonosari ini kembali menjadi pengingat bagi seluruh pengendara agar selalu meningkatkan kewaspadaan. Satu kelengahan kecil saja dapat berujung pada tragedi yang membahayakan nyawa. (ef linangkung)











