Jadwal Puasa Rajab 1447 Hijriah: Tanggal Awal, Keutamaan, dan Cara Niatnya

Ilustrasi jadwal kapan puasa Rajab 1447 H? (Pixabay.com)

bernasnews – Menjelang datangnya bulan-bulan istimewa dalam kalender hijriah, banyak umat Islam mulai mencari informasi tentang kapan waktu terbaik untuk memperbanyak ibadah.

Salah satu yang selalu dinantikan adalah datangnya bulan Rajab, yaitu salah satu dari empat bulan haram yang dimuliakan dalam Islam. Pada bulan inilah ragam amalan sunnah dianjurkan, mulai dari memperbanyak sedekah, berzikir, membaca Al-Quran, hingga menjalankan puasa sunnah Rajab.

Untuk menyambutnya dengan baik, umat Islam perlu mengetahui kapan awal bulan Rajab 1447 H dan bagaimana tata cara menjalankan puasa sunnah termasuk bagi yang ingin menggabungkannya dengan qadha Ramadhan.

Kapan Puasa Rajab Dimulai?

Menurut kalender Islam (Hijriah) 1447 H yang ditetapkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia, awal bulan Rajab jatuh pada 21 Desember 2025, bertepatan dengan hari Ahad Pahing. Dengan demikian, puasa sunnah Rajab sudah dapat dilakukan mulai tanggal tersebut.

Momentum ini menjadi kesempatan yang sangat baik bagi umat Islam untuk memperbanyak ibadah. Sebab, Rajab termasuk bulan haram yang memiliki banyak keutamaan dan pahala yang dilipatgandakan.

Hari-Hari Utama untuk Berpuasa di Bulan Rajab

Menurut pendapat Imam al-Ghazali, terdapat beberapa waktu istimewa dalam bulan Rajab yang dianjurkan untuk berpuasa, yaitu:

  • Awal bulan Rajab
  • Pertengahan bulan
  • Akhir bulan
  • Hari Senin
  • Hari Kamis
  • Hari Jumat

Hari-hari tersebut dinilai memiliki keberkahan tersendiri dan menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk meraih pahala yang lebih besar.

Selain itu, umat Islam juga bisa mengamalkan berbagai puasa sunnah pada bulan Rajab, seperti:

  • Puasa Senin-Kamis
  • Ayyamul Bidh (tanggal 13, 14, dan 15 hijriah)
  • Puasa Daud (selang-seling sehari puasa dan sehari tidak)

Keutamaan Puasa Sunnah di Bulan Rajab

Sebagai bulan mulia, Rajab memiliki kedudukan istimewa dalam ajaran Islam. Berbagai ulama dan literatur menjelaskan keutamaan berpuasa di dalamnya. Melansir Baznas Provinsi Jawa Barat, di antara keutamaannya adalah:

  • Puasa satu hari di bulan Rajab lebih utama daripada puasa 30 hari di bulan biasa.
  • Balasan pahala yang berlipat ganda bagi orang yang berpuasa.
  • Sarana melatih diri untuk menyambut bulan Ramadhan yang semakin dekat.

Walaupun begitu, tidak terdapat ketentuan waktu khusus untuk melaksanakan puasa sunnah Rajab. Namun, Nabi Muhammad saw. menganjurkan agar tidak berpuasa terus-menerus tanpa jeda.

Bolehkah Menggabungkan Puasa Rajab dengan Qadha Ramadhan?

Bagi muslim yang masih memiliki utang puasa Ramadhan, bulan Rajab bisa menjadi waktu yang tepat untuk melunasinya. Menggabungkan qadha Ramadhan dengan puasa sunnah Rajab dibolehkan, dengan syarat niat qadha tetap menjadi prioritas utama.

Niat harus ditetapkan pada malam hari sebelum terbit fajar. Adapun lafal niat yang dapat dibaca ialah:

“Nawaitu shauma ghodin ‘an qadha’i fardhi Ramadhana ma’a sunnati Rajaba lillahi ta’ala.”

(Saya berniat puasa esok hari untuk mengganti fardhu Ramadhan sekaligus sunah Rajab karena Allah Ta’ala.)

Panduan Berpuasa Rajab Agar Lebih Maksimal

Agar ibadah puasa di bulan Rajab semakin berkualitas, berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan:

1. Menjaga Rukun dan Syarat Puasa

Seperti halnya semua jenis puasa, seseorang harus menahan diri dari hal-hal yang dapat membatalkan puasa hingga waktu berbuka tiba.

2. Memperbanyak Amalan Sunnah

Karena Rajab adalah bulan haram yang dimuliakan, umat Islam dianjurkan untuk menambah amalan seperti:

  • Membaca Al-Qur’an
  • Memperbanyak zikir
  • Memberikan sedekah
  • Memperbanyak doa

3. Berdoa pada Waktu Mustajab

Menjelang berbuka adalah salah satu waktu yang dipersilakan untuk memohon ampunan dan memanjatkan doa.

Rajab: Momentum Memperbaiki Diri Menjelang Ramadan

Rajab sering digambarkan sebagai gerbang menuju bulan suci Ramadhan. Dengan memperbanyak ibadah di bulan ini, seorang muslim dapat mempersiapkan diri secara spiritual maupun mental untuk menyambut bulan penuh rahmat tersebut.

Puasa Rajab tidak hanya membuka pintu pahala, tetapi juga menjadi sarana introspeksi dan latihan kesabaran, sehingga seseorang lebih siap menghadapi ibadah di bulan Ramadhan.

Awal bulan Rajab 1447 H jatuh pada 21 Desember 2025 (Ahad Pahing). Selama bulan mulia ini, umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah, termasuk menjalankan puasa sunnah Rajab, baik pada hari-hari utama maupun sepanjang bulan sesuai kemampuan.

Bagi yang memiliki utang puasa Ramadhan, Rajab juga menjadi waktu yang baik untuk melakukan qadha sekaligus meraih pahala puasa sunnah. Dengan menjaga niat, memperbanyak amalan, dan memohon ampunan, puasa Rajab dapat menjadi amalan yang penuh keberkahan dan membawa umat Islam lebih siap menyambut bulan suci Ramadhan.

***