
bernasnews– Sebuah baliho ucapan ulang tahun yang terpajang di Jalan Bantul, Yogyakarta, mendadak menyita perhatian warganet.
Baliho berukuran sederhana itu menampilkan ucapan selamat ulang tahun untuk seorang istri dari seorang dosen Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Prof. Ali Mustadi. Banyak orang menganggap baliho tersebut unik. Di balik baliho itu, tersimpan kisah kasih yang panjang dan penuh ketulusan.
Ucapan dari Dosen UNY
Prof. Ali Mustadi mengungkapkan bahwa ia tidak pernah menduga langkah kecil tersebut akan viral. Ia awalnya hanya ingin memberikan ucapan berbeda pada ulang tahun sang istri yang ke-43 pada 20 November lalu. Ia mempertimbangkan ide itu berhari-hari sebelum akhirnya memutuskan untuk memasang baliho.
“Saya tidak ada kepikiran sama sekali hal ini bisa viral,” ujar Prof. Ali.
Ia menyampaikan bahwa niatnya murni berasal dari rasa terima kasih atas peran besar istrinya dalam hidup dan keluarga mereka.
Dalam penuturannya, Prof. Ali menegaskan bahwa apa pun yang ia berikan kepada istrinya, termasuk baliho yang sangat kecil itu, tidak akan mampu membalas seluruh pengorbanan sang istri.
“Istri sudah menemani saya begitu lama, bahkan sejak awal kami membesarkan anak-anak. Ia memberikan segalanya bagi saya,” ungkapnya.
Ia juga menuturkan bahwa istrinya rela melepaskan status sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) demi fokus membesarkan anak-anak serta mendukung perjalanan kariernya.
“Ia memilih keluarga tanpa ragu. Saya merasa apa pun yang saya berikan belum seberapa dibanding pengorbanannya,” lanjutnya.
Momen Ulang Tahun yang Penuh Makna
Keinginan untuk memberikan sesuatu yang berbeda pada ulang tahun istrinya menjadi awal ide pemasangan baliho itu. Meskipun sederhana, ucapan tersebut ia susun dengan rasa cinta dan penghargaan yang mendalam.
“Bagi orang lain mungkin ucapan itu biasa saja. Tetapi bagi saya, itu cara kecil untuk mengapresiasi perjuangan istri. Baliho itu hanya simbol kecil dari rasa terima kasih saya,” katanya.
Baliho itu kemudian memancing beragam komentar warganet. Banyak yang merasa tersentuh, sebagian menganggapnya romantis, dan beberapa memuji cara Prof. Ali menghargai istrinya. Ia mengaku terkejut sekaligus bersyukur karena banyak orang ikut merasakan ketulusan pesannya.
“Saya hanya ingin membuatnya bahagia. Kalau kemudian viral, itu di luar perkiraan saya,” ucapnya.
Kisah Prof. Ali Mustadi dan istrinya mengingatkan publik bahwa romantisme tidak selalu hadir dalam hadiah mewah. Terkadang, tindakan kecil yang dilakukan dengan tulus justru meninggalkan kesan paling dalam.
Baliho sederhana di tengah lalu lintas Jalan Bantul itu berubah menjadi simbol penghargaan seorang suami atas kesetiaan dan pengorbanan seorang istri.
Prof. Ali menegaskan bahwa perayaan itu bukan tentang ukuran baliho, melainkan tentang cinta yang terus ia jaga sepanjang perjalanan rumah tangga mereka.
“Ia segalanya bagi saya dan anak-anak,” tutupnya. (ef linangkung)











