News  

BMKG DIY Peringatkan Hujan Lebat dan Angin Kencang, Cuaca Yogyakarta Diprediksi Memburuk pada Rabu 3 Desember 2025

Prakiraan Cuaca Rabu/Foto: BMKG

bernasnews– Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Daerah Istimewa Yogyakarta kembali mengeluarkan peringatan dini cuaca signifikan untuk wilayah DIY.

Pada Rabu, 3 Desember 2025, BMKG memprediksi cuaca tidak stabil. Masyarakat sebaiknya waspada terhadap hujan lebat yang dapat disertai angin kencang serta kilat/petir, terutama di wilayah Sleman dan Kulon Progo bagian utara. Peringatan ini berlaku selama 24 jam, mulai pukul 07.00 WIB.

Sejak pagi, BMKG mencatat awan-awan konvektif mulai tumbuh di wilayah selatan DIY. BMKG memprediksi hujan ringan berpotensi turun di Bantul bagian selatan serta Gunungkidul bagian selatan.

Memasuki siang hingga sore hari, BMKG memprediksi hujan sedang hingga lebat akan mendominasi Sleman dan Kulon Progo bagian utara.

Awan cumulonimbus mungkin akan berkembang lebih masif dan berpotensi memicu angin kencang serta kilat/petir.

Sementara itu, wilayah Kota Yogyakarta, Bantul bagian utara, dan Gunungkidul bagian utara berpotensi mengalami hujan ringan.

Meski demikian, BMKG menekankan bahwa perubahan cuaca dapat berlangsung cepat dan masyarakat harus tetap waspada.

Pada malam hari, hujan ringan kembali berpotensi mengguyur Kulon Progo bagian selatan, Bantul bagian selatan, dan Gunungkidul bagian selatan. Kondisi ini menandakan atmosfer DIY masih labil dan peluang terjadinya hujan susulan tetap terbuka.

Jelang dini hari, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang diprediksi turun di sejumlah wilayah pesisir selatan DIY, seperti Kulon Progo selatan, Bantul selatan, serta Gunungkidul selatan.

Detail Kondisi Cuaca Umum

  • Suhu udara: 22 – 31 °C
  • Kelembapan udara: 60 – 98%
  • Arah angin: Dari selatan–barat, berkecepatan 5 – 25 km/jam
  • Gelombang laut: Tinggi gelombang di perairan DIY mencapai 1,25 – 2,5 meter (kategori sedang)

Dalam peringatan resminya, BMKG menegaskan agar masyarakat waspada terhadap hujan sedang hingga lebat yang dapat beserta angin kencang dan kilat/petir, terutama di Sleman dan Kulon Progo bagian utara.

Potensi ini dapat menimbulkan dampak berupa pohon tumbang, genangan, hingga terganggunya aktivitas transportasi.

BMKG meminta masyarakat untuk menghindari berteduh di bawah pohon atau baliho ketika hujan deras melanda, mengamankan barang-barang ringan yang berpotensi tertiup angin dan memantau informasi cuaca terkini dari kanal resmi BMKG.

Dengan meningkatnya potensi cuaca ekstrem, BMKG berharap warga DIY tetap waspada dan tidak meremehkan tanda-tanda perubahan cuaca di sekitar mereka. (ef linangkung)