News  

Hidupkan Ruang Publik, Pemkot Yogya Gelar Malioboro Culture Vibes Selama Dua Hari

Panggung Hiburan dalam Gelaran Malioboro Culture Vibes, di Pintu Barat Komplek Kepatihan. (Tedy Kartyadi/ bernasnews)

bernasnews — Ada suasana yang berbeda sejak pagi hingga malam hari di Kawasan Malioboro sampai dengan Titik Nol Kilometer, ruas jalan yang identik dengan kepadatan lalu lintas kendaraan berubah menjadi ruang nyaman bagi para pejalan kaki, pada Senin (1/12/2025).

Dalam dua hari mulai tanggal 1 hingga 2 Desember 2025, kawasan Malioboro resmi diberlakukan sebagai full pedestrian, menjadikan ikon wisata Yogyakarta itu benar-benar menjadi ruang publik yang ramah dan bebas kendaraan.

Kebijakan tersebut sekaligus membuka rangkaian kegiatan besar bertajuk Malioboro Culture Vibes, sebuah gelaran budaya yang digagas Pemerintah Kota Yogyakarta untuk menghidupkan suasana sekaligus menguatkan karakter Malioboro sebagai pusat seni, budaya, dan ekonomi kreatif.

Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kota Yogyakarta, Yetti Martanti mengemukakan, bahwa Malioboro Culture Vibes digelar bukan semata sebagai pertunjukan hiburan, melainkan juga pendekatan untuk mengembalikan Malioboro sebagai ruang publik yang inklusif, tempat masyarakat dapat berkumpul, beraktivitas, dan menikmati beragam ekspresi seni tanpa sekat.

Acara ini dibuka dengan macapat kidung pandonga, sebuah lantunan doa dan tembang Jawa yang menghadirkan suasana sakral sekaligus menandai pembuka acara budaya ini. Usai pembukaan, pengunjung langsung diajak mengikuti senam bersama di sepanjang jalur pedestrian, menjadikan seluruh area Malioboro penuh energi dan antusiasme masyarakat.

Kemudian dilanjutkan dengan talk show wanita inspiratif “Women Support Women”, sebuah diskusi yang menghadirkan tokoh-tokoh perempuan yang telah memberikan banyak kontribusi di bidangnya masing-masing. Acara ini menjadi ruang edukasi sekaligus motivasi bagi para pengunjung, khususnya perempuan, untuk terus berkembang dan saling memperkuat peran satu sama lain.

Pembagian kopi gratis menambah suasana venue menjadi lebih hangat. Aroma kopi lokal yang khas mewarnai suasana pagi di Malioboro. Tak sedikit wisatawan yang berhenti untuk menikmati secangkir kopi sambil menyaksikan berbagai pertunjukan seni yang digelar di sekitar mereka.

Gelaran fashion show on the street menjadi salah satu agenda yang paling ditunggu. Digelar langsung di jalan Malioboro, peragaan busana ini menampilkan karya-karya lokal dari pelaku usaha di Teras Malioboro dan Pasar Beringharjo. Pengunjung dapat melihat langsung produk-produk busana, kain tradisional, serta kerajinan fashion lainnya yang dipasarkan oleh UMKM lokal.

Suasana Jalan Malioboro sebagai full pedestrian, Senin malam (1/12/2025). Foto: Tedy Kartyadi/ bernasnews.

Yetti menegaskan bahwa fashion show ini bukan sekadar hiburan, tetapi strategi untuk memperlihatkan kepada masyarakat dan wisatawan betapa beragam dan berkualitasnya produk-produk dari Malioboro.

“Melalui fashion show on the street ini, kami ingin memperlihatkan kepada masyarakat dan wisatawan bagaimana produk-produk yang ada di Malioboro. Banyak karya lokal yang layak mendapat panggung dan pengakuan lebih luas,” ujar Yetty, dikutip dari Portal Berita Pemerintah Kota Yogyakarta.

“Semua kegiatan tersebut dihadirkan untuk menciptakan pengalaman berbeda bagi pengunjung yang datang selama dua hari penuh pedestrian ini,” pungkasnya.

Hingga malam hari, kawasan Malioboro masih dipadati wisatawan. Ribuan pengunjung menikmati suasana tanpa kendaraan, berjalan santai di tengah jalan, berfoto, hingga menikmati beragam pertunjukan yang tersebar di berbagai titik.

Lampu-lampu Malioboro yang khas, alunan musik beragam genre musikk dari panggung hiburan, serta beberapa titik kelompok musik jalanan menambah semarak suasana malam itu. Juga suara derap kaki kuda penarik andong seakan memutar kembali nuansa Jogja pada tempo dulu. (ted)