News  

Bincang Buku “Sosial Demokrasi” di DPRD DIY

bernasnews – Buku “Sosial Demokrasi” karya Imam Yudotomo akan dibincangkan di Ruang Paripurna 2, lantai 2, Gedung DPRD DIY, Jalan Malioboro No.54, Suryatmajan, Gedong Tengen, Yogyakarta, Kamis (4/12/2025) pukul 10.00 WIB. Diskusi diselenggarakan atas kerja sama antara Sastra Bulan Purnama (SBP), Penerbit Tonggak Pustaka, DPRD DIY, Abidin Fikri Pandjialam Foundation dan Center For Sosial Democratik Studies (CSDS).

Pada diskusi ini hadir dua orang pembicara, Halim HD, pemikir kebudayaan, tinggal di Solo dan Osmar Tanjung, aktivis, tinggal di Jakarta. Sebagai moderator, Sinta Herindrasti, pengajar Program Studi Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Kristen Indonesia, Jakarta.

Buku “Sosial Demokrasi” menyajikan pikiran-pikiran sosialisme dan demokrasi di Indonesia. Dalam melihat persoalan sosial dan politik di Indonesia, Imam selalu menggunakan perspektif sosialis. Dia sampai akhir hayatnya memilih sosialisme sebagai jalan hidupnya.

Imam Yudotomo, dilahirkan di Yogyakarta, 12 Mei 1941. Masa sekolah dasar sampai sekolah menengah atas di tempuh di Kota Bogor. Pernah kuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB) 1959-1962, di Fakultas Hukum Universitas Airlangga (UNAIR), Surabaya 1964-1966 dan Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta 1967-1968, semuanya tidak selesai (drop out).

Sejak remaja Imam sudah aktif dalam gerakan. Pada usia remaja, dia sudah bergabung dengan Gerakan Pemuda Sosialis di Bogor dan Bandung. Ketika mahasiswa bergabung dengan Gerakan Mahasiswa Sosialis (GMS), yang kemudian berubah menjadi Gerakan Mahasiswa Sosialis (Gemsos), baik di Badung, Surabaya dan Yogyakarta, sebagai sekretaris hubungan internasional (1960-1968).

Di panggung internasional Imam mengikuti Youth Exchange Program yang diselenggarakan oleh Interanational Union of Socialist Youth (IUSY) di Austria selama satu tahun (1968-1969). Setelah ditangkap dan dipenjara karena peristiwa Malari 15 Januari 1974, dia memimpin Yayasan Taman Karya Bhamti (YTKB), NGO yang bergerak di bidang pengembangan alat-alat pendidikan di Yogyakarta. Pada tahun 1983 dia diundang mengikuti Kongres Sosialis International (SI), yang diselenggarakan di Faro, Portugal. Ia juga ambil bagian dalam Socialist Educational International (SEI), sebuah organisasi pendidikan internasional kaum sosial demokrat yang berpusat di Brussel-Belgia, sebagai sekretaris regional untuk kawasan Asia selama 2 periode (1986-1994).

Selain itu Imam Yudotomo menjadi Sekretaris Dewan Pengurus Sekretariat Bina Desa (1980-1988), koordinator kegiatan petani untuk Asian Cultural Forum on Development (ACFOD), koalisi NGO tingkat regional yang berpusat di Bangkok (1986-1990) dan menjadi Direktur Center for Social Democtaric Studies (CSDS), lembaga pendidikan untuk mempromosikan sosial demokrasi di Indonesia (1996-2004).

Imam ikut membangun Solidaritas Buruh (1998-2004), dan ikut membangun Persaudaraan Warga Tani (2002-2010). Dia juga anggota Badan Pengurus Rukun Tani Indonesia (RTI) (2010-2015). Dia meninggal 27 November 2015 dalam usian 74 tahun.

Koordinator diskusi Ons Untoro menyebutkan, buku karya Imam Yudotomo ini merupakan pikiran-pikiran yang dipresentasikan untuk kepentingan pendidikan di berbagai kelompok masyarakat, tidak hanya di Yogyaksarta, namun juga di beberapa kota di Indonesia. Buku ini penting untuk diterbitkan, setidaknya sebagai bentuk monumen pemikiran Imam Yudotomo.

“Imam Yudotomo sejak remaja sudah memilih sosialisme sebagai jalan pikiran dan hidupnya. Sampai akhir hayatnya, dia tidak keluar dari pilihan yang sudah diambil,” kata dia. (*/mar)