News  

Tiga Kambing Hilang Dicuri dalam Dua Malam, Warga Rongkop Pilih Tak Lapor Polisi

bernasnews – Warga di dua kalurahan di Kecamatan Rongkop, Gunungkidul, menghadapi kecemasan setelah tiga ekor kambing hilang dicuri dalam dua malam berturut-turut.

Peristiwa yang terjadi di Kalurahan Botodayaan dan Pringombo itu menimbulkan keresahan, meskipun para korban memilih tidak melapor ke polisi dan hanya menyampaikan kejadian tersebut kepada pamong kalurahan.

Aksi Pencurian Terjadi Dua Malam Berturut-turut

Pencurian pertama terjadi pada Kamis malam, 27 November 2025, di Padukuhan Plalar, Kalurahan Pringombo. Dua ekor kambing milik Slamet, yang disimpan di ladang, hilang tanpa jejak. Pelaku diduga memanfaatkan lokasi kandang yang jauh dari rumah pemilik dan minim pengawasan.

Sehari kemudian, Jumat malam, 28 November 2025, pencurian kembali terjadi di Kalurahan Botodayaan. Satu ekor kambing milik Mulyo Suwarto atau Mbah Warto, warga Padukuhan Bototlogo, ikut hilang.

Kambing Hilang Baru Disadari Keesokan Pagi

Mbah Warto mengatakan bahwa ia baru mengetahui kehilangan ternaknya pada Sabtu pagi, 29 November 2025, sekitar pukul 07.00 WIB, ketika istrinya pergi ke ladang untuk memberi pakan.

“Kandang kambing berada di bulak Alas Pikatan, jaraknya sekitar satu kilometer dari rumah. Saat istri saya sampai di kandang, ternyata satu ekor kambing jantan yang harganya lebih dari Rp2,5 juta tidak ada di tempat. Di kandang ada delapan ekor kambing, tapi maling hanya mengambil satu,” ujar Mbah Warto.

Ia menambahkan bahwa ciri-ciri pencurian tersebut mirip dengan kejadian yang menimpa Slamet sehari sebelumnya. Modusnya sama, yaitu mengambil kambing dari kandang yang jauh dari permukiman.

Warga Memilih Tidak Lapor Polisi

Meski mengalami kerugian, baik Slamet maupun Mbah Warto tidak membuat laporan resmi ke kepolisian. Mereka hanya memberitahukan kepada pamong kalurahan sebagai bentuk informasi agar warga lain lebih waspada.

“Kami tidak melapor ke polisi. Kami ingin kejadian ini menjadi perhatian masyarakat, supaya yang punya ternak lebih hati-hati,” kata Mbah Warto.

Ia menjelaskan bahwa kebiasaan warga pesisir menaruh kandang di area ladang atau alas yang jauh dari rumah membuat pencurian relatif mudah terjadi karena minimnya pengawasan.

Pamong kalurahan meminta warga meningkatkan keamanan dengan memasang kunci ganda, memasang penerangan di area kandang, serta menghindari penyimpanan ternak di lokasi terpencil tanpa pengawasan.

Kasus pencurian ini memicu kekhawatiran di Rongkop. Warga berharap ada peningkatan patroli dan pengawasan di wilayah pedesaan, terutama di kawasan ladang yang sering menjadi sasaran pencurian ternak.