bernasnews – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Gunungkidul kembali menunjukkan komitmennya memperkuat sektor perikanan lokal. Sepanjang November 2025, DKP menyalurkan bantuan benih dan pakan ikan kepada berbagai kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan).
Langkah ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan produktivitas dan mendukung masyarakat yang menggantungkan hidup di sektor perikanan.
Kepala DKP Gunungkidul, Johan Wijayanto, menyampaikan bahwa bantuan disalurkan secara intensif dan terjadwal. Selain memastikan distribusi tepat sasaran, DKP juga memberikan pendampingan teknis agar para pembudidaya dapat menjalankan budidaya secara efisien dan berkelanjutan.
Penyaluran pertama dilakukan pada Jumat, 21 November 2025. Bantuan benih dan pakan diterima oleh Pokdakan Mina Pandanan di Sumberejo, Semin; Pokdakan Sentosa di Tapansari, Watusigar, Ngawen; serta Pokdakan Mina Mandiri Sejahtera di Beji, Ngawen. Para pembudidaya memulai siklus penebaran dengan dukungan benih unggul dan pakan yang sesuai kebutuhan.
Pada Selasa, 25 November 2025, penyaluran lanjutan dilakukan ke tiga Pokdakan strategis: Pokdakan Mina Taruna di Karanggumuk, Karangrejek, Wonosari; Pokdakan Mina Artha di Surulanang, Karangduwet, Paliyan; serta Pokdakan Mina Maju di Pudak, Terbah, Patuk.
Bantuan ini memperkuat kapasitas produksi sekaligus membantu pembudidaya memperbarui kolam dan meningkatkan siklus pemeliharaan.
Penyaluran ketiga berlangsung pada Rabu, 26 November 2025. Pada tahap ini, bantuan mencapai wilayah timur Gunungkidul, yakni Pokdakan Srikandi di Ngunut, Kelor, Karangmojo; Pokdakan Sido Mulyo di Pati, Genjahan, Ponjong; dan Pokdakan Gedong Indah di Sawahan, Ponjong. Melalui penyaluran berjenjang ini, DKP memastikan tidak ada wilayah pembudidaya yang tertinggal.
Johan menegaskan bahwa setiap Pokdakan mendapatkan kesempatan yang sama untuk meningkatkan produktivitas melalui akses benih unggul dan pakan yang memadai.
Pendampingan Teknis dan Arah Kebijakan Penguatan Ekonomi Lokal
Selain memberikan bantuan fisik, DKP Gunungkidul juga menerjunkan tim pendamping teknis untuk memberikan edukasi terkait manajemen kolam, teknik budidaya, hingga strategi pemeliharaan yang dapat menekan biaya.
Pendampingan dilakukan agar proses budidaya berjalan efektif, mulai penebaran hingga pengendalian kualitas air.
Tim pendamping membantu pembudidaya memahami cara mencapai pertumbuhan ikan yang optimal. DKP menilai bahwa pendampingan menjadi faktor penting agar bantuan yang disalurkan memberikan dampak nyata terhadap hasil panen.
Johan menambahkan bahwa program penyaluran benih dan pakan menjadi bagian dari kebijakan pemerintah daerah memperkuat kontribusi sektor perikanan terhadap perekonomian lokal.
Pemerintah berharap Pokdakan dapat mengembangkan usaha secara mandiri dan berkelanjutan, sehingga peningkatan produktivitas dapat berdampak pada pendapatan masyarakat.
Melalui langkah terstruktur sepanjang November 2025, sektor perikanan di Gunungkidul kembali menunjukkan dinamika positif.
Para pembudidaya menerima dukungan sarana, pendampingan, dan ruang untuk memperkuat ketahanan ekonomi keluarga, sekaligus mendukung pertumbuhan sektor perikanan di tingkat lokal.












