bernasnews – Setelah sempat fakum dan tidak aktif selama pandemi beberapa waktu yang lalu, Paguyuban Keluarga Dialek Banyumasan (Pakudimas) DIY yang berdiri sejak tahun 1995, kini mulai diaktifkan kembali dengan menggelar Musyawarah Pusat (Musat) ke VII, bertempat di Puri Mataram Sleman, Minggu (30/11/2025).
Acara Musat VII Pakudimas dengan tema “Revitalisasi dan Optimalisasi Organisasi Menuju Kemandirian” ini dihadiri Perwakilan dari Badan Kesbangpol DIY, Dewan Pembina, Dewan Pengawas serta para Pengurus Pakudimas DIY.
Pakudimas beranggotakan aktif kurang lebih 100 orang, yang berasal dari wilayah Karisidenan Banyumas ditambah wilayah Kebumen dan sekitarnya, yang berdialek Ngapak yang berdomisili di DIY.
Ketua Umum Pakudimas H. Misno, ST mengungkapkan, bahwa seharusnya kepengurusan Pakudimas DIY ini sudah berakhir di tahun 2021 karena terhalang pandemi Covid maka pergantian pengurus untuk periode berikutnya harus diadakan musyawarah pusat terlebih dahulu dan pada hari ini (Minggu, 30/11) dapat diselenggarakan musat.
“Saya berharap untuk kepengurusan yang akan datang akan lebih baik dan mohon maaf apabila dalam melakukan tugas di periode yang telah lalu banyak kekurangan,” kata Kisno, dalam sambutannya.
Pada kesempatan tersebut dari Badan Kesbangpol DIY Aris Pramono, ST selaku Kepala Bidang Politik Dalam Negeri, Badan Kesbangpol DIY berkesempatan membuka Musat tersebut. Aris menyampaikan, bahwa untuk menyentuh hati/ jiwa seseorang itu bisa dengan budaya atau bahasa makanya kita harus bangga dengan budaya atau bahasa kita.
Menurut Kepala Badan Kesbangpol DIY yang dibacakan Aris Pramono, bahwa musyawarah ini merupakan momentum penting untuk menegakkan kembali komitmen dalam melaksanakan dan melestarikan dialek Banyumasan.
“Untuk memperkuat rasa persaudaraan serta memperluas peran paguyuban dalam kehidupan masyarakat yang semakin dinamis,” harapnya.
Melalui program ini diharapkan bisa melaksanakan program – program strategis yang mampu menjaga kearifan lokal Banyumas agar tetap berkembang yang relevan dengan perkembangan jaman.
Dikatakan, paguyuban ini juga bukan sekedar paguyuban tetapi sebagai ruang untuk merawat identitas, budaya, nilai gotong royong, nilai kepribadian dan teges. “Nilai – nilai itulah yang perlu diwariskan kepada generasi penerus kita agar budaya kita tetap lestari.,” ungkapnya.
Sementara itu Ketua Panitia Musat ke VII, Yusuf Daliman,S.Pd mengatakan, bahwa tujuan dari Musat ini adalah ingin menghidupkan kembali paguyuban Pakudimas DIY ini yang sempat fakum beberapa waktu yang lalu.
Juga menyampaikan laporan pertanggungjawaban dari pengurus yang lalu, memilih kepengurusan periode 2025 – 3028, dan memperbaharui ADART yang sudah tidak sesuai di masa sekarang.
“Dengan jumlah ratusan anggota paguyuban ini rata – rata sudah sepuh, terutama untuk pengurusnya. Sehingga kami perlu regenerasi kepada anak – anak muda agar bisa ikut bergabung dan melestarikan serta menghidupkan paguyuban ini,” ujar Yusuf. (nun)












