News  

Film Bandit Dibintangi Wafda Saifan Lubis dan Claresta Taufan Suguhkan Aksi Nekat demi Selamatkan Keluarga

Pemeran film Bandit Wafda Saifan Lubis dan Claresta Taufan bicara soal proses di balik film di event Jaff Market 2025 di JEC. Foto: birgita/bernasnews

bernasnews – Film terbaru bertajuk Bandit siap mengguncang layar lebar dengan aksi kriminal intens sekaligus drama emosional tentang perjuangan menyelamatkan keluarga. Dibintangi oleh Wafda Saifan Lubis dan Claresta Taufan, film ini membawa penonton ke dalam situasi ekstrem ketika cinta dan keputusasaan membuat seseorang berani melakukan tindakan nekat. Genre action, crime, dan drama berpadu dalam satu kisah penuh ketegangan yang menyentuh sisi kemanusiaan penontonnya.

Bandit mengisahkan pasangan suami istri yang tengah berada di situasi sulit. Sang istri sedang mengandung, tetapi mengalami masalah serius saat akan melahirkan sehingga membutuhkan biaya besar. Putus asa dan terjepit keadaan, sang suami mengambil jalan pintas dengan mencuri mobil. Namun keputusan tersebut menjadi awal petaka, karena di bagasi mobil itu tersimpan mayat dan sebuah pistol. Sejak saat itu, keduanya harus kabur dari kejaran pihak berbahaya yang menjadi pemilik asli mobil tersebut.

Kisah semakin memanas ketika terungkap bahwa pemilik mobil tersebut adalah kriminal mematikan yang tak akan membiarkan siapapun lolos hidup-hidup sebelum malam berakhir. Dalam kondisi keluarga berada di ujung tanduk, pilihan mereka hanya dua, bertahan atau mati.

Wafda Rasakan Emosi yang Mengalir Setelah Syuting

Bagi aktor Wafda Saifan Lubis, Bandit menjadi salah satu proyek paling emosional dalam perjalanan kariernya. Ia mengaku jarang sekali meneteskan air mata setelah syuting, namun film ini menjadi pengecualian.

“Bandit ini salah satu film berkesan bagi selama aku berkarier. Jarang sekali aku nangis setelah selesai syuting, kayaknya baru dua atau 3 kali dan Bandit ini adalah salah satunya. Apalagi saat merecall prosesnya,” ungkap Wafda, Minggu (30/11/2025).

Pernyataan tersebut menggambarkan besarnya intensitas emosi serta tekanan adegan dalam film, yang bukan hanya menantang secara fisik tetapi juga secara psikologis.

Claresta Taufan Hadapi Tantangan Baru sebagai Orang Bali

Aktris Claresta Taufan juga membagikan pengalamannya selama terlibat dalam film ini. Ia mengatakan Bandit menarik perhatiannya sejak awal karena merupakan proyek yang telah ditulis sejak lama sebelum akhirnya bisa direalisasikan.

“Kali ini aku jadi orang Bali. Ketika dapat project ini, kesannya menarik banget. Kemudian aku baru tahu ini project ditulis dari lama banget dan akhirnya terealisasi. Apalagi aku jadi orang Bali dan setnya di Bali, ini jadi tantangan tersendiri,” ujar Claresta.

Ia juga antusias menunggu hasil akhir film dan mengungkapkan salah satu adegan paling menantang baginya.

“Aku gak sabar liat akhirnya hasilnya gimana. Salah satu scenenya ada sebuah ritus di Bali. Untuk mendalaminya aku sampai tanya step by step apa tujuannya, step by stepnya gimana,” tambahnya.

Bandit disutradarai oleh Brian L. Tan, sutradara asal Bali yang sebelumnya bekerja sebagai bagian dari tim VFX untuk film-film Hollywood besar seperti Tron: Legacy, X-Men, dan The Girl with the Dragon Tattoo. Pengalamannya dalam industri internasional menjadi daya tarik tersendiri dan diharapkan memberi sentuhan visual yang kuat dalam film ini.

Selain Wafda Saifan Lubis dan Claresta Taufan, film ini juga diperkuat oleh Roy Sungkono, Teuku Rifnu Wikana, Kiki Narendra, dan banyak nama besar lainnya. Perpaduan naskah kuat, aksi intens, dan emosi mendalam membuat publik menaruh ekspektasi tinggi terhadap Bandit.

Film Bandit tak sekadar menyajikan hiburan aksi, tetapi juga menyodorkan realitas kelam bahwa cinta dan keluarga dapat menjadi alasan seseorang melakukan apa pun, bahkan bila harus mempertaruhkan nyawa. Dengan intensitas cerita yang emosional dan brutal sekaligus, film ini digadang akan menjadi salah satu rilisan film aksi yang berkesan di tahun ini.