bernasnews— Kecelakaan terjadi di Jalan Nasional Jogja–Solo pada tengah malam tadi. Insiden itu terjadi tepat di simpang tiga SGM, Desa Kemudo, Kecamatan Prambanan, Klaten, hanya beberapa ratus meter dari perbatasan DIY–Jawa Tengah.
Bus PO Sugeng Rahayu menghantam bagian belakang sebuah truk yang berhenti di lampu merah, lalu terpelanting hingga menabrak tiang listrik, pohon, dan bangunan ruko. Suara dentuman membuat warga sekitar berhamburan keluar rumah.
Bus Sugeng Rahayu Hantam Bokong Truk
Ketua Forum Relawan Kecamatan Prambanan (Forkap), Resmiyanto, menjelaskan bahwa kecelakaan bermula ketika truk berpelat nomor AD 1411 IJ hendak melakukan putar balik. Truk jenis Hino itu melaju dari arah Klaten menuju Yogyakarta, kemudian berhenti tepat di traffic light simpang tiga SGM.
“Warga yang menyaksikan menyebut truk sudah berhenti dan mengambil posisi untuk putar balik. Dari belakang ada bus Sugeng Rahayu yang melaju cukup kencang,” kata Resmiyanto.
Dalam hitungan detik, bus berpelat W 7099 UP itu menghantam bagian belakang truk. Benturan keras membuat bodi belakang truk terangkat dan terlempar naik ke median jalan, meski kendaraan besar itu tidak sampai terguling.
Setelah menabrak bokong truk, pengemudi bus berusaha membanting setir ke kiri untuk menghindari benturan lanjutan. Namun laju kendaraan yang sudah tidak terkendali membuat bus terus melaju dan menabrak tiang listrik, pohon, serta tembok ruko di sisi jalan.
“Bagian depan bus ringsek parah. Kerusakannya beruntun karena menabrak tiang, pohon, dan kemudian ruko,” lanjut Resmiyanto menggambarkan betapa kerasnya benturan yang terjadi.
Bagian depan bus yang hancur menyisakan puing berserakan di jalan. Beberapa kursi penumpang terdorong hingga ke depan akibat kekuatan benturan.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Klaten, Iptu Alif Akbar Lukman Hakim, membenarkan kronologi tersebut setelah petugas melakukan olah tempat kejadian perkara. Ia menjelaskan bahwa truk Hino awalnya melaju dari Klaten menuju Yogyakarta dan berhenti tepat di lampu merah.
“Dugaan awal, pengemudi bus tidak bisa mengendalikan laju kendaraannya sehingga menabrak truk yang sudah berhenti. Setelah itu bus oleng ke kiri dan menabrak tembok ruko yang ada di sisi jalan,” ujar Iptu Alif.
Petugas masih mendalami kondisi sopir bus, termasuk dugaan kelelahan atau kelalaian yang menyebabkan hilangnya kendali. Polisi juga memeriksa rekaman CCTV di sekitar lokasi untuk memperkuat kronologi kejadian.
Evakuasi Melibatkan Relawan
Kerasnya benturan membuat evakuasi berlangsung dramatis. Relawan Forkap, petugas kepolisian, dan warga bahu-membahu menyingkirkan puing bus dan mengamankan area sekitar tiang listrik yang sempat miring.
Arus lalu lintas di Jalan Jogja–Solo sempat macet total selama proses evakuasi hingga menjelang pagi.
Hingga berita ini diturunkan, polisi memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun kerusakan berat terjadi pada bus, ruko, serta infrastruktur jalan. Petugas masih melakukan pendataan kerugian materi dan memeriksa kondisi sopir kedua kendaraan.
Kecelakaan ini kembali mengingatkan pentingnya kewaspadaan dan pengendalian kecepatan, terutama di jalur nasional yang padat dan sering dilalui angkutan antarkota.
Jalan Jogja–Solo menjadi salah satu jalur dengan volume kendaraan besar, sehingga pengemudi wajib menjaga jarak aman dan tetap waspada di area persimpangan. (ef linangkung)












