bernasnews– Suasana sore di Jalan Parangtritis Kilometer 14, Dusun Ngupit, Kalurahan Patalan, Kapanewon Jetis, Kabupaten Bantul, mendadak berubah mencekam, Selasa (4/11/2025) sekitar pukul 17.25 WIB.
Dua remaja yang mengendarai sepeda motor Honda Vario berniat mendahului sebuah bus. Nahas, motor dua remaja itu tersenggol dan terjatuh. Salah satu korban tew*s di tempat dengan luka parah di kepala.
Kecelakaan maut itu melibatkan sepeda motor Honda Vario bernomor polisi AB-4243-IQ yang dikendarai RSP (17), pelajar asal Gowongan Lor, Jetis, Kota Yogyakarta, dan diboncengi oleh DPM (16), warga Mantrijeron, Kota Yogyakarta.
Motor mereka bersenggolan dengan bus berpelat AE-7023-UT yang dikemudikan oleh ES (62), warga Sukowinangun, Magetan, Jawa Timur.
Menurut laporan PS Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, kecelakaan bermula saat sepeda motor kedua remaja itu melaju dari arah selatan menuju utara. Setibanya di lokasi kejadian, mereka berusaha mendahului bus dari sisi kiri jalan.
Namun, di sisi kiri terdapat gundukan pasir di bahu jalan. Saat roda motor menyentuh gundukan itu, laju kendaraan langsung oleng dan kehilangan kendali. Seketika, tubuh kedua remaja tersebut terpental ke aspal, sementara bus yang mereka coba dahului terus melaju karena jarak yang terlalu dekat untuk menghindar.
“Sepeda motor oleng setelah menabrak gundukan pasir di bahu jalan. Akibatnya terjadi kecelakaan yang menyebabkan satu korban meninggal dunia di tempat,” ungkap Iptu Rita dalam keterangannya, Selasa malam.
Dari hasil pemeriksaan petugas Unit Lantas Polsek Jetis, pengendara RSP mengalami luka lecet di kaki kanan dan langsung dilarikan ke RSUD Panembahan Senopati Bantul untuk mendapatkan perawatan.
Lalu, pemboncengnya, DPM, mengalami luka berat di kepala akibat benturan keras. Nyawanya tidak tertolong dan meninggal dunia di lokasi kejadian.
“Jenazah DPM kemudian dibawa ke RSUD Panembahan Senopati Bantul untuk keperluan visum dan penanganan lebih lanjut,” ujarnya.
Pengemudi bus, ES (62), tidak mengalami luka apa pun. Petugas menyebut bus tersebut hanya berhenti beberapa meter setelah kejadian untuk memastikan kondisi korban.
Iptu Rita menegaskan, peristiwa remaja tersenggol ini menjadi pelajaran penting bagi para pengendara, agar selalu berhati-hati di jalan raya dan tidak menyalip kendaraan besar dari sisi kiri.
“Keselamatan di jalan itu bukan hanya soal keterampilan, tapi juga soal kesadaran. Menyalip dari kiri sangat berisiko karena posisi itu adalah titik buta bagi pengemudi kendaraan besar seperti bus,” tegasnya. (ef linangkung)












