bernasnews– Daerah Istimewa Yogyakarta diprediksi menikmati cuaca yang lebih bersahabat pada akhir pekan ini. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan prakiraan terbaru yang menunjukkan kondisi cerah berawan dengan potensi hujan ringan di beberapa wilayah.
Meski situasi relatif kondusif, BMKG tetap meminta masyarakat mewaspadai perubahan cuaca mendadak, terutama pada wilayah yang memiliki potensi hujan lokal.
BMKG merilis prakiraan cuaca lengkap untuk Sabtu, 29 November 2025, yang berlaku selama 24 jam mulai pukul 07.00 WIB. Kondisi pagi hari di DIY cenderung berawan dengan potensi hujan ringan yang muncul lebih dominan di wilayah selatan.
Kulon Progo bagian selatan dan Bantul bagian selatan berpeluang menerima hujan tipis sejak pagi. Cuaca lembap dan angin yang bertiup dari arah selatan–barat menunjukkan adanya suplai uap air yang cukup untuk memicu hujan ringan di dua kawasan tersebut.
Memasuki siang hingga sore, intensitas hujan mungkin meningkat terutama di wilayah utara DIY. Sleman bagian utara dan Kulon Progo bagian utara berpotensi mengalami hujan ringan hingga sedang.
Pada malam hari, kondisi cuaca cenderung stabil. Sebagian besar wilayah DIY akan mengalami langit berawan tanpa hujan. Memasuki dini hari, potensi hujan ringan kembali muncul di wilayah Kulon Progo bagian selatan dan Bantul bagian selatan.
BMKG mencatat suhu udara di DIY pada akhir pekan ini berada pada kisaran nyaman, yakni 22–31 derajat Celsius. Kelembapan udara mencapai 60–95 persen, yang menandakan kondisi atmosfer cukup basah namun tidak ekstrem.
Arah angin bertiup dari selatan hingga barat dengan kecepatan 5–20 km/jam. Kondisi angin ini mencirikan pergerakan massa udara yang stabil dan bersifat menenangkan bagi cuaca DIY secara umum.
Untuk wilayah perairan selatan DIY, BMKG memperkirakan tinggi gelombang laut berkisar 1,25–2,5 meter atau berada dalam kategori sedang. Meski tidak masuk kategori berbahaya, BMKG tetap menyarankan nelayan tradisional, wisatawan pantai, dan pengelola wisata bahari untuk berhati-hati.
Meski cuaca DIY lebih bersahabat, BMKG menegaskan bahwa kewaspadaan tetap menjadi kunci. Perubahan pola cuaca akibat dinamika atmosfer regional masih mungkin terjadi. Ccek update prakiraan cuaca harian sebelum beraktivitas. (ef linangkung)












