bernasnews – Seniman batik dan perancang busana Yogyakarta Afif Syakur mengemukakan, Batik Tiga Negeri perlu digali, dipelajari, dan dikembangkan sehingga dapat dinikmati lagi oleh masyarakat luas.
“Hal itu karena Batik Tiga Negeri merupakan batik yang istimewa, sebuah mahakarya yang pada masanya begitu populer dan menjadi unggulan di berbagai daerah. Batik Tiga Negeri juga bernilai tinggi karena proses produksinya yang unik dan pengerjaannya yang memakan waktu lama,” kata Afif Syakur kepada wartawan di Gedung Pusat Desain Industri Nasional (PDIN), Jalan C. Simanjuntak No 19 Yogyakarta, Jumat (28/11/2025).
Pertemuan yang juga dihadiri Kepala UPT Logam Dinas Perindustrian Koperasi UKM Kota Yogyakarta Nurzaidi, S.T, dan Direktur ECSA Studio Eko Cahyo Saputro, HDII ini dimaksudkan sebagai sosialisasi akan diadakannya Pameran Batik & Peluncuran Buku “Batikku Tiga Negri” karya Afif Syakur di Gedung PDIN Yogyakarta. Pameran akan dibuka pada 2 Desember 2025, dan terbuka untuk umum pada 3 – 7 Desember 2025 pukul 09.00 – 16.00 WIB.
Pada pameran itu, Afif Syakur akan menggelar kurang lebih 25 lembar hasil karya baitknya dengan konsep dan teknik pembatikan 3 negeri. Konsep dan teknik ini bertujuan menghidupkan kembali budaya batrik tempo dulu dan mengkoaborasikan dengan konsep dan metode masa kini. Dengan pencapaian dan penciptaan ini, seniman batik itu ingin berbagi dengan masyarakat dan pembatik lainnya.
“Batik tidak hanya tentang masa lalu, tetapi juga masa kini dan masa yang akan datang. Saya berharap batik bisa ‘naik kelas’ tidak hanya sebagai produk komoditas dagang tetapi juga diapresiasi sebagai karya seni bernilai tinggi,” kata dia.
Afif Syakur mengajak masyarakat khususnya pembatik untuk menggali kekayaan karya para pendahulu, eksplorasi konsep mereka dan elaborasi dengan ide kekinian untuk menciptakan karya-karya baru. (mar)












