News  

Meskipun Anggaran Turun di Tahun 2026, JPSM Sleman Masih Semangat untuk Mengelola Sampah demi Bumi Sembada

Suasana pertemuan rutin Anggota dan Penurus JPSM Kabupaten Sleman, di Kantor Kapanewon Seyegan. (Nuning Harginingsih/ bernasnews)

bernasnews — Jejaring Pengelola Sampah Mandiri (JPSM) kabupaten Sleman yang terbentuk sejak tahun 2012, hingga kini masih eksis melaksanakan programnya, salah satunya adalah pertemuan rutin 3 bulanan dari perwakilan Bank Sampah ataupun Sedekah Sampah yang ada di seluruh Kabupaten Sleman.

Pada agenda pertemuan terakhir di tahun 2025 ini, dihadir oleh Perwakilan dari kantor DLH Slemn, ketua JPSM Sleman, Kepala Jawatan Kemakmuran Kapanewon Seyegan, para pengurus JPSM, perwakilan Bank Sampah, Sedekah Sampah Se-Kabupaten Sleman, serta narasumber dari GET PLASTIC, bertempat di Kantor Kapanewon Seyegan, Sleman, DIY, Selasa (25/11/2025)

Perwakilan dari DLH  Sleman, Fitasari Ayu Wardani, S.T., MPA dalam kesempatan tersebut menyampaikan kabar, bahwa DLH (Dinas Lingkungan Hidup) ada pengurangan anggaran  sebesar 62℅ sehingga akan berefek juga pada kinerja JPSM Sleman ke depan.

“Oleh karena itu, teman – teman dari JPSM diharapkan bisa mengkondisikan dengan adanya pengurangan anggaran tersebut. Misal, sebagai contoh fasilitas untuk pertemuan anggauta JPSM  bisa dilaksanakan 4 kali dalam setahun, pada tahun 2026 hanya bisa dilakukan sebanyak dua kali saja dalam satu tahunnya,” terang Fitasari.

Sementara itu, Ketua JPSM Sleman Dr. Hijrah Purnama, S.T., M.Eng mengemukakan, bahwa pertemuan ini pasti ada manfaatnya dan penting. Pasalnya diadakan pertemua, salah satunya adalah untuk saling memberikan semangat antar teman pengelola sampah.

Menurut Dr, Hijrah, karena para pengelola sampah terkadang semangatnya naik turun. Selain untuk memberikan semangat antar teman, kegiatan pertemuan juga akan menambah teman atau saudara.

Lanjut Hijrah mengatakan, bahwa kalau ada kunjungan ke tempat kita (bank sampah, red) jangan ditolak dan harus diterima dengan baik. “Kita harus tampilkan perfoma terbaik lantaran kunjungan ke tempat kita akan menambah semangat dan teman yang akan menceritakan kepada orang lain tentang tempat kita,” ungkapnya.

“Untuk DLH, semoga di tahun 2026 yang akan datang ada kode – kode baru yang baik  karena  pengelola sampah sedang dinamis dan semoga ada kolaborasi yang bisa kita terapkan untuk menambah wawasan. Kita harus tetap semangat, semoga dalam mengelola sampah di tahun 2026 ke depan lebih baik minimal di lingkungan wilayah kita masing – masing,” harap Dr. Hijrah.

Pada bagian lain, Kepala Jawatan Kemakmuran Rini Nurhidayati, S.Sos., M.M mewakili Panewu Seyegan menyampaikan ucapan terimakasih kepada pengurus JPSM Sleman yang sudah mempercayakan ke Seyegan sebagai tempat pertemuan JPSM.

Juga ucapan selamat datang di Kapanewon Seyegan, serta memberikan apresiasinya atas kinerja semua pengelola sampah yang tergabung dalam JPSM Kabupaten Sleman.

“Kami mengucapkan terimakasih kepada bapak Ibu semua yang sudah menjadi relawan dalam pengelolaan sampah ini karena mengelola sampah selain untuk sosial juga bisa menghasilkan cuan yang bisa dinikmati, di samping itu juga lingkungan menjadi bersih,”ungkap Rini.

“Dengan adanya bapak ibu memberikan contoh kepada masyarakat, lama kelamaan masyarakat akan malu sendiri dan akan sadar tidak akan membuang sampah sembarangan dan bisa dikasihkan ke bank sampah atau sedekah sampah yang ada sehingga bisa dimanfaatkan. Masyarakat harus tangung jawab  terhadap sampahnya sendiri dan mengelola sampahnya dari rumah masing – masing,” lanjutnya.

Rini juga mengungkapkan rasa rasa terimakasih dan apresiasi kepada JPSM Sleman, yang sudah  peduli dengan lingkungan menjaga Bumi Sembada ini tetap bersih. Menurutnya, forum ini bisa dimanfaatkan untuk sharing saling tukar informasi  dan solusi tentang masalah sampah.

Selanjutnya, Supriyani Wulandari,S.Pd sebagai Narasumber dalam kesempatan yang sama memaparkan tentang pengolahan sampah plastik menjadi energi. Sampah plastik yang tidak laku jual  bisa diolah dijadikan energi (BBM, red) seperti bensin, solar dan minyak tanah, dengan sistem pembakaran dengan alat yang aman dan tidak polusi. (nun)