News  

Jalan Srikemunit Ambrol, Akses Kedungmiri–Wunut Terputus, Pak Bhabin Sriharjo Rela Antar-Jemput Siswa demi Pendidikan

Petugas Bhabinkamtibmas membantu antar-jemput siswa agar kegiatan belajar tetap berlangsung. (Ist)

bernasnews – Jalan Srikemunit di wilayah Kedungmiri, Sriharjo, Imogiri, mengalami ambrol dan menyebabkan akses Kedungmiri–Wunut terputus. Amblasnya badan jalan membentuk celah lebar di tepi persawahan dan membuat kendaraan tidak dapat melintas.

Kondisi tersebut berdampak pada aktivitas warga, termasuk siswa SDN Kedungmiri yang harus mencari jalur alternatif untuk tetap bisa berangkat sekolah.

Sejak pagi, para orang tua siswa mengantar anak-anak hingga titik amblas. Mereka mendampingi anak-anak menyeberangi jalur pematang sawah yang licin untuk mencapai sisi barat lokasi kerusakan.

Aipda Wahyana, Bhabinkamtibmas Kalurahan Sriharjo, menunggu di lokasi bersama tiga guru SDN Kedungmiri untuk menjemput para siswa dan mengantar mereka menuju sekolah menggunakan sepeda motor.

Kepala SDN Kedungmiri, Sudarsih, S.Pd., menyampaikan bahwa 23 siswa terdampak langsung dengan putusnya akses tersebut.

“Kami memastikan setiap siswa yang melintas di area amblas selalu didampingi. Ada guru, ada Pak Bhabin. Kami pastikan jalur aman dilalui,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa sekolah memberikan dispensasi belajar dari rumah ketika hujan deras turun, meski banyak siswa tetap memilih berangkat.

Warga tetap melintasi jalur rusak meski risiko lebih tinggi. Suciatmi, salah satu wali murid, mengatakan bahwa jalur memutar melalui Jembatan Jetis membutuhkan waktu sekitar 35 menit, sedangkan jalur yang rusak hanya memakan waktu sekitar 10 menit.

Ia berharap pemerintah segera menyiapkan jalur darurat agar aktivitas warga tidak terhambat.

Peran Pendamping dan Harapan Perbaikan Jalan

Aipda Wahyana enggan memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai kegiatannya dan mempersilakan agar keterangan dimintakan kepada atasan di Polsek Imogiri atau melalui Kasi Humas Polres Bantul.

Namun, warga menilai kehadirannya membantu memastikan siswa tetap dapat mengikuti kegiatan belajar.

Warga menunggu langkah perbaikan dari pemerintah daerah. Jalan Kedungmiri–Wunut memiliki fungsi penting sebagai jalur penghubung antarwilayah dan pendukung kegiatan masyarakat, termasuk pendidikan.

Pembuatan jalan darurat menjadi harapan sementara hingga perbaikan permanen dapat dilakukan.

Aktivitas pendampingan tetap berlangsung meski kondisi cuaca tidak stabil dan tanah di sekitar lokasi ambrol masih labil.

Warga, guru, dan petugas bahabinkamtibmas berupaya memastikan kegiatan belajar mengajar tidak terganggu.