bernasnews-Jalan Karangmojo–Ngawen kembali menyimpan cerita kelam pada Selasa malam (25/11/2025) pukul 19.35 WIB.
Suasana gelapdi sekitar Jembatan Watusigar, Kalurahan Watusigar, Kapanewon Ngawen, mendadak berubah menjadi kepanikan saat dua sepeda motor bertabrakan hebat.
Warga yang berada di sekitar lokasi langsung berhamburan setelah mendengar suara benturan keras yang memecah ketenangan malam.
Kapolsek Ngawen, AKP Arif Heriyanto, menjelaskan bahwa kecelakaan itu terjadi ketika sepeda motor Yamaha Jupiter bernomor polisi AB 4939 RC melaju dari arah Utara menuju Selatan.
Motor tersebut dikendarai Galih Danu Seta (16), remaja asal Padukuhan Kluwih, Kalitekuk, Semin. Ia melaju dengan kecepatan sedang sembari bersiap untuk mengambil arah belok.
Beberapa meter di belakangnya, sepeda motor Honda Astrea Grand nomor polisi AB 5043 DD melaju lebih cepat.
Randika Rifki Pradipta, pemuda dari Padukuhan Dungmas, Watusigar, duduk di atas motor itu dan terus memacu kendaraannya mengikuti arus lalu lintas yang mulai padat.
Sesaat sebelum kecelakaan terjadi, Galih bermaksud berbelok ke kanan. Ia sudah menurunkan kecepatan dan memberi tanda.
Namun, momen itu justru menjadi titik kritis. Randika yang berada sangat dekat di belakangnya tidak punya cukup ruang untuk mengerem atau menghindar. Jarak yang sudah terlalu sempit membuat situasi berkembang begitu cepat.
Dalam hitungan detik, Honda Astrea Grand menghantam bagian belakang Yamaha Jupiter. Keduanya terpental dan mengalami luka serius.
“Jarak masing-masing kendaraan sudah terlalu dekat sehingga tidak ada ruang untuk menghindar,” jelas AKP Arif Heriyanto.
Warga yang mengetahui kejadian itu langsung memberikan pertolongan pertama. Lampu-lampu ponsel menyala untuk menerangi lokasi, sementara beberapa orang mengatur arus lalu lintas agar tidak terjadi kecelakaan susulan.
Tidak lama kemudian, petugas medis datang dan membawa kedua korban ke fasilitas kesehatan terdekat. Suasana berubah menjadi keprihatinan mendalam ketika keluarga korban mulai berdatangan, dan menangis.
AKP Arief menandaskan peristiwa ini kembali menunjukkan betapa pentingnya menjaga jarak aman saat berkendara, terutama di jalan-jalan kecamatan yang gelap dan sempit.
Kecepatan, konsentrasi, dan kesiapan untuk mengantisipasi gerakan kendaraan di depan menjadi faktor penentu keselamatan. (ef linangkung)











