bernasnews — Rakenas FKPA (Forum Komunikasi Panti Asuhan) pada hari ke-dua, dengan terlebih dahulu disajikan Tari “Caping Gunung” yang ditarikan oleh 7 anak dari Panti Asuhan Brayat Pinuji Boro dan Doa Pembuka oleh Sr. M. Zaverine OSF dari Komunitas Tuke Bali, yang berlangsung di Wisma Syantikara, Jalan Colombo Depok, Kabupaten Sleman, DIY, Senin pagi (24/11/2025)
Pemateri sesi pertama dalam Rakernas tersebut disampaikan oleh Budi Wibowo dari Dinas Sosial DIY dan Nyadi, yang lebih focus mengupas tentang “Child Safeguarding”. Bahwa perlindungan anak dalam panti asuhan atau lembaga sosial perlu ditangani dengan baik dan harus memegang teguh pada pranatan yang baik.
Menurutnya, jangan sampai timbul ungkapan “Kalau kita punya keinginan, kadang- kadang lupa siapa diri kita.” Jangan sampai terjadi pagar makan tanaman. “Maka semua anak yang di panti asuhan juga berhak menerima haknya sebagai warga negara,” tegasnya.
Sesi kedua menghadirkan GKR Hemas, Permaisuri Kasultanan Yogyakarta, dengan tema “Membangun Peradaban Baru.” Dalam paparannya GKR Hemas mengungkapkan pentinganya pendidikan yang baik merupakan fondasi yang pertama, selain tentang pentingnya pengetahuan, pendidikan akademik, etika dan keterampilan hidup.
“Pasalnya dengan pendidikan yang baik merupakan kunci membangun dan mencapai peradaban baru,” tutur GKR. Hemas, yang juga istri Gubernur DIY.
Lanjut GKR. Hemas, Tentu saja dalam membangun peradaban baru banyak tantangan- tantangan yang tidak mudah, namun harus dihadapi dan diselesaikan dengan baik, seperti perlunya pendampingan yang baik dan tepat bagi anak-anak yang sudah menginjak remaja karena situasi jaman dan ekosistem pendidikan sudah mengalami perubahan secara cepat.
Maka dalam membangun peradapan baru, perlu memperjuangkan manusia yang pintar,cerdas tidak saja dari segi intelektual, namun manusia yang berkarakter baik dan bijaksana dalam bertindak. Pendidikan yang ideal adalah pendidikan yang menanamkan toleransi dan kepedulian sosial terhadap yang lain.
“Semoga anak – anak yang di panti-panti, menjadi anak- anak yang super, anak yang baik budi pekertinya dan cerdas. Melalui FKPA ini mampu menompang ketahanan nasional, dengan tetap menanamkan lagi nilai- nilai budi pekerti secara terus menerus, nilai- nilai kerendahan hati, nilai-nilai kasih sayang, nilai- nilai solidaritas di antara sesama, sebab hukum moral itu terketak dalam hati,” ujarnya.
Lebih lanjut GKR Hemas berharap para pengelola panti mampu berinovasi, berkreatif mengatasi masalah dan mampu menghantarkan anak- anak yang memiliki toleransi, santun, beragama yang baik dan memiliki rasa tanggungjawab terhadap dirinya untuk dapat menatap masa depan yang lebih baik. Paparan dari para narasumber disampaikan dengan gamblang dan dimoderatori oleh Oscar. (zbd)












