News  

Pelatihan Pengelolaan Sampah RT dan Budidaya Maggot BSF di KWT Jasmine Nologaten

bernasnews — Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Prodi S1 Pendidikan Biologi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menggelar Pelatihan Pengelolaan Sampah Rumah Tangga (RT) dan Budidaya Maggot BSF, di Ekowisata Nologaten, Caturtunggal, Depok, Kabupaten Sleman.

Tim PkM sebagai pelaksana kegiatan adalah hasil dari kolaborasi dosen yang terdiri dari Mike DK, Annisa F dan Dian N, serta sejumlah 17 mahasiswa dari prodi S1 Pendidikan Biologi UIN Sunan Kalijaga. Juga melibatkan Dukuh Nologaten, Wahyu Hanani sebagai Kolaborator.

Sebagai Kolaborator, Wahyu Hanani menegaskan agar budidaya maggot dapat dilakukan oleh seluruh warga di padukuhan agar permasalahan dapat terselesaikan. “Perlunya solusi agar volume sampah yang terbuang ke tempat pembuangan sampah di ekowisata menurun dan mengurangi penyebaran bibit penyakit dari lalat rumah,” ungkapnya.

Kegiatan ini diikuti oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) Jasmine yang ada di padukuhan setempat. Dengan materi pelatihan berupa pemilahan sampah organik, anorganik dan residu serta teknik budidaya Maggot BSF.

Tim PkM dan perserta pelatihan dari KWT Jasmine foto bersama. (Foto: Istimewa)

Teknik budidaya Maggot BSF meliputi pengenalan tentang maggot BSF, siklus hidup, manfaat dan cara budidayanya. “Jika saja setiap warga mau melakukan hal sederhana untuk memilah dan mengolah sampah dari rumah, permasalahan sampah di negara kita pasti akan jauh berkurang,” kata Mike DK, Dosen Prodi S1 Pendidikan Biologi UIN Sunan Kalijaga, Minggu (23/11/2025).

Menurut Mike, budidaya maggot ini diharapkan mampu memecahkan permasalahan sampah organik yang ada dan menambahkan pemasukan ekonomi bagi warga dengan cara menghemat pengeluaran untuk pakan ternak seperti ikan, bebek, dan lain sebagainya.

“Melalui acara ini warga diajak mempraktikkan budidaya maggot skala rumahan melalui mini kit budidaya maggot yang telah dibagikan,” ujarnya.

Diharapkan volume sampah organik yang dibuang di tempat pembuangan di ekowisata akan berkurang. Sementara di ekowisata Nologaten juga telah disiapkan indukan lalat BSF, larva dan telur maggot BSF agar warga dapat mengambil di lokasi jika memerlukan.

Pihaknya juga berharap melalui kegiatan ini dapat terjadi hilirisasi ilmu dan teknologi dari perguruan tinggi untuk memecahkan permasalahan nyata, meningkatkan kolaborasi antar pemangku kepentingan. “Juga sebagai ajang belajar bagi mahasiswa untuk berperan nyata di dalam masyarakat,” ujar Mike. (ted)