bernasnews — Resto berkonsep rumahan kekinian menjadi tren yang menambah kekayaan destinasi wisata di Jogja, pertumbuhannya pun bak cendawan di musim hujan. Terutama di kawasan perkampungan atau pedesaan, yang masih kaya dengan rumah-rumah yang berasitektur unik dan autentik.
Salah satunya seperti “Pawone Bu Wiwied” destinasi wisata kuliner yang berlokasi di Kampung Rotowijayan, Kawasan Njeron Benteng Kraton Jogja, Kelurahan Kadipaten, Kemantren Kraton, Kota Yogyakarta.
Usaha kuliner yang telah berdiri satu setengah tahun lalu ini memadukan beragam kuliner khas Jawa dan suasana tempat berupa rumah dengan bangunan berasitektur khas gedhongan era 60an, yang berada di tengah perkampungan dekat kraton.
“Usaha kuliner ini dibuka sejak satu setengah tahun lalu, di awali untuk mengisi kesibukan yang sebelumnya juga berusaha di bidang konveksi untuk souvenir. Kini resto Pawone Bu Wiwied menjadi usaha yang utama,” terang Sri Widayati, akrab disapa Bu Wiwied, kepada bernasnews, Minggu (16/11/2025).

Menurutnya, menu andalan dari resto Pawone Bu Wiwied adalah brongkos, tonseng ayam, tengkleng kambing dan bakmoy. Resto buka setiap hari dari Jam 07:00 – 16:00 WIB. “Tidak ada hari libur setiap hari buka, tutup kecuali ada kepentingan yang akan dituliskan di pagar dan di media sosial yang ada,” ungkap Bu Wiwied.
Dikatakan, untuk kosumen dari luar kota seperti Jakarta, Bandung, Semarang dan lainnya, mereka mendapatkan informasi dari media sosial. Sedangkan untuk wilayah sekitar atau Yogyakarta dari gethok tular (lips to lips). “Alhamdulillah gliak-gliak (pelan-pelan, red) setiap hari lumayan banyak tamu yang berkunjung untuk menikmati kuliner hidangan kami,” kata Bu Wiwied.
Untuk menemukan resto Pawone Bu Wiwied, perlu suatu kejelian karena berapada di tengah perkampungan yang cukup padat, dari Jalan Pasar Ngasem, Kraton, Yogyakarta memasuki gang yang hanya cukup untuk jalan sepeda motor. Meskipun bisa dikatakan nylempit, resto ini telah tercantum di google map.

Selain menu andalan brongkos, tonseng ayam, tengkleng kambing dan bakmoy. Juga tersedia snack atau camilan berupa pisang goreng, singkong goreng, dan mendoan. Untuk minuman yang khas antara lain wedang tape, tape susu, serta wedang seruni gula batu atau gula Jawa.
“Saya suka dengan suananya yang homy. Untuk sajian kulinernya semua cocok di lidah, tertutam dengan brongkosnya yang mengingatkan masakan almarhum ibu saat masih bersama orang tua zaman muda dulu,” kata Ibu Anis, saat dimintai testimoninya oleh bernasnews.
Ia berkunjung ke resto tersebut bersama keluarga besar trah untuk gelar pertemuan rutin. “Pawone Bu Wiwied sangat cocok untuk pertemuan, suasananya tenang, nyaman dan sejuk alami. Jogjanya benar-benar terasa, seperti kembali ke masa lalu,” pungkas Ibu Anis, yang juga punya usaha pembuatan roti untuk lebaran, serta bikin sprei dan daster wanita. (ted)











