News  

Bimtek Kader Posyandu Angkatan I: Wujudkan Generasi Sehat,Remaja Hebat dan Launching Website Reaksi yang Bersinergi dengan Kelas Remaja Sehat

Acara penyerahan cindera mata kepada Lurah Sambirejo. (Foto: Istimewa)

bernasnews — Semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap kesehatan masyarakat tampak jelas dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Keterampilan Dasar Kader Posyandu Angkatan I yang diselenggarakan di Kalurahan Sambirejo, Prambanan, Kabupaten Sleman, DIY.

Kegiatan ini diketuai oleh Yulia Adhisty, SST.,M.Kes, dengan anggota Riadinata Shinta, SST., M.Kes dan Mahardika Resti Andini, SKM.,M.Kes, Anisa Anggraini dan Syahru Nasution. Dan didanai oleh Kemendikti Saintek melalui Program Hibah Pengabdian Masyarakat Tahun 2025.

Acara tersebut dihadiri oleh berbagai tokoh masyarakat, tenaga kesehatan, serta pelaku usaha lokal yang turut berkontribusi dalam penguatan peran kader posyandu, khususnya bagi remaja.

Dalam sambutan pembukaan, Lurah Sambirejo Wahyu Nugroho, S.E., S.P, menegaskan, bahwa kesehatan adalah investasi untuk masa depan. Ia juga mengapresiasi semangat para kader yang terus berupaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan demi terciptanya masyarakat yang sehat dan mandiri.

“Usai acara pembukaan kemudian dilanjutkan dengan paparan dari para narasumber sebagai berikut, materi inti disampaikan oleh Ibu Siti Puryanti, tentang Pelatihan Dasar untuk Kader Posyanduyang menekankan pentingnya pemahaman dasar dalam memberikan layanan kesehatan bagi anakdan remaja,” jelas Yulia Adhisty, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (12/11/2025)

Melalui yel-yel penuh semangat “Sehat dimulai dari saya!”, peserta diajak untuk menyadari bahwa perubahan gaya hidup sehat berawal dari diri sendiri. Tujuan utama pelatihan ini adalah agar para kader mampu melakukan layanan dasar posyandu secara mandiri.

Dalam sesi ini juga dibahas pencegahan anemia yang masih menjadi masalah umum di kalangan remaja putri. Gaya hidup tidak sehat dan kurang asupan zat besi menjadi penyebab utama. Solusinya, peserta diajak untuk rutin mengonsumsi tablet tambah darah (TTD), makan makanan bergizi seimbang seperti protein dan kacang-kacangan, serta melakukan aktivitas fisik secara rutin.

“Selain itu, materi juga menyinggung bahaya NAPZA dan rokok pada remaja, terutama bagi yang akan memasuki masa kehamilan. Kedua hal ini terbukti berdampak buruk terhadap kesehatan ibu dan perkembangan janin,” ungkapnya.

Para peserta dan narasumber foto bersama. (Foto: Istimewa)

Materi Kedua dari Puskesmas Piyungan dengan tema Menjadi Kader yang Percaya Diri dan Terampil yang disampaikan oleh Ibu Triwinarni, sebagai pemateri bidang teknis pendaftaran dan pelaporan. Ia menegaskan pentingnya seorang kader untuk memiliki percaya diri (PD) dan memahami dengan jelas sasaran posyandu.

Sasaran kegiatan meliputi ibu hamil, ibu nifas, bayi,balita, anak pra-sekolah, remaja, dewasa, hingga lansia. Pemeriksaan meliputi pengecekan HB,kolesterol, asam urat, gula darah, dan pemberian TTD. Ia juga menambahkan bahwa pelatihan ini tidak berhenti di ruangan, tetapi akan berlanjut dalam bentuk praktek lapangan di posyandu masing-masing.

Digitalisasi Posyandu di Era Modern. Menariknya, Bimtek ini juga memperkenalkan sistem integrasi posyandu berbasis digital yang dipaparkan oleh Bapak Masduki Rahmad. Melalui sistem ini, data kesehatan masyarakat dapat direkap dan diakses oleh seluruh kader posyandu di Kelurahan Sambirejo.

Inovasi ini memiliki dua keluaran utama: 1. Tersedianya database kesehatan remaja di Kalurahan Sambirejo. 2. Adanya notifikasi pengingat pemeriksaan kesehatan melalui aplikasi pesan WhatsApp (WA). Langkah ini diharapkan mampu memperkuat sistem informasi kesehatan yang lebih cepat, akurat, dan mudah diakses.

“Tak kalah menarik, sesi terakhir diisi oleh Mbak Septi, Owner Produk Sekar Jawi, yang berbagi kisah sukses dalam mengolah rempah tradisional menjadi minuman sehat dan kosmetik herbal. Ia menjelaskan bahwa kata “Acaraki” berasal dari tradisi meracik jamu sejak zaman Majapahit,dan kini tren wellness tourism membuka peluang besar bagi bisnis jamu modern,” ujar Yulia Adhisty.

Melalui kegiatan Bimtek ini, diharapkan para kader posyandu semakin terampil, percaya diri, dan siap menjadi ujung tombak dalam menciptakan masyarakat sehat. Sinergi antara pemerintah kelurahan, tenaga kesehatan, kader, dan pelaku usaha lokal menjadi bukti nyata bahwa gerakan kesehatan masyarakat dapat tumbuh dari bawah-dari remaja, oleh remaja, dan untuk masa depan yang lebih sehat. (*/ nun)