News  

“Dongeng Hidup Sehat” untuk Anak Usia Dini: Upaya Awal dari Program Ananda Bersinar oleh BNN

Suasana peluncuran program “Ananda Bersinar” (Aksi Nasional Anti Narkotika Dimulai dari Anak), yang digagas oleh Deputi Bidang Pencegahan BNN RI, bekerja sama dengan BNN Provinsi DIY, BNN Kota Yogyakarta, serta UPT Taman Pintar. (Foto: Dok. BNN Kota Yogyakarta)

bernasnews — Hiruk pikuk celoteh keceriaan mewarnai Gedung Kotak Taman Pintar. Ratusan anak berseragam warna-warni duduk antusias mendengarkan kisah dongeng bertema hidup sehat tanpa narkoba.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program “Ananda Bersinar” (Aksi Nasional Anti Narkotika Dimulai dari Anak), yang digagas oleh Deputi Bidang Pencegahan BNN RI, bekerja sama dengan BNN Provinsi DIY, BNN Kota Yogyakarta, serta UPT Taman Pintar.

Sebanyak 150 siswa Taman Kanak-kanak (TK) dari dua kelurahan yang dicanangkan sebagai Kelurahan Bersinar (Bersih Narkoba) tahun 2025, yakni Kelurahan Bumijo dan Kelurahan Bausasran ikut serta dalam kegiatan edukatif ini.

“Mereka berasal dari lima TK: TK Kyai Mojo, TKPMOG Bumijo, TK Putra Badran, TK Kemala Bhayangkari, dan TK Trisula Perwari,” kata Luk Luk Sihjati, Staf BNN Kota Yogyakarta, dalam keterangan tertulisnya yang dikirim ke bernasnews, Rabu (12/11/2025).

Acara dibuka oleh Deputi Pencegahan BNN RI Irjen Pol Muhammad Zainul Muttaqien. Hadir dalam acara tersebut Kepala BNNP DIY Brigjen Pol Sulistyo Pudjo Hartono, S.I.K., M.Si, serta Ketua Umum IGTKI Yogyakarta, Mukirah Eni Setiyawati, S.Pd. Aud.

Rangkaian kegiatan meliputi penyerahan simbolis buku dan spanram “Ananda Bersinar” kepada IGTKI, guru, dan perwakilan siswa setiap sekolah, dilanjutkan dengan dongeng interaktif dan nyanyi bersama, serta ditutup dengan cap tangan komitmen “Ananda Bersinar” sebagai simbol tekad untuk tumbuh sehat tanpa narkoba.

“Program Ananda Bersinar merupakan gerakan nasional yang diluncurkan oleh BNN RI sebagai bagian dari transformasi upaya P4GN (Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika) menjadi lebih humanis, edukatif, berbasis keluarga dan dimulai sejak anak-anak. Bukan hanya sekedar mengedepankan aspek penegakan hukum semata,” ungkap Luk Luk Sihjati.

Yogyakarta dipilih sebagai lokasi awal pelaksanaan program Ananda Bersinar karena memiliki karakteristik ganda: sebagai kota pendidikan sekaligus wilayah dengan tantangan serius terkait penyalahgunaan dan peredaran narkoba.

Kombinasi ini menjadikan Yogyakarta tidak hanya strategis sebagai pusat penyebaran nilai edukatif, tetapi juga sebagai wilayah prioritas dalam upaya pencegahan berbasis masyarakat dan pendidikan.

Penyerahan simbolis buku dan spanram “Ananda Bersinar” kepada IGTKI, guru, dan perwakilan siswa setiap sekolah. (Foto: Dok. BNN Kota Yogyakarta)

Lebih lanjut Luk Luk menjelaskan, berdasar data dari BNNK Yogyakarta, tahun 2024 bahwa tingkat prevalensi yang melebihi angka nasional menjadi sinyal penting untuk meningkatkan kewaspadaan serta memperkuat strategi pencegahan berbasis pendidikan dan keluarga.

Dalam konteks tersebut, intervensi pencegahan sejak usia dini menjadi langkah strategis dan berkelanjutan. Sejumlah tinjauan sistematis menunjukkan bahwa intervensi kesehatan dan promosi hidup sehat pada anak pra-sekolah (usia 3–6 tahun) berperan penting dalam membentuk kebiasaan hidup sehat, kemampuan sosial-emosional, serta resiliensi terhadap perilaku berisiko di masa remaja.

“Program yang dijalankan di lembaga pendidikan anak usia dini seperti PAUD atau TK terbukti efektif meningkatkan pengetahuan kesehatan, membangun perilaku positif, serta memperkuat faktor protektif terhadap penyalahgunaan zat di kemudian hari,” bebernya.

“Temuan ilmiah tersebut menegaskan bahwa upaya pencegahan melalui pendekatan edukatif seperti “Dongeng Hidup Sehat” dalam program “Ananda Bersinar” merupakan bentuk investasi sosial jangka Panjang,” imbuh Luk Luk Sihjati.

Ketika anak-anak diperkenalkan pada nilai hidup sehat dan keberanian berkata “tidak” terhadap hal berbahaya sejak usia dini, mereka sedang membangun fondasi karakter dan kesadaran diri yang menjadi benteng pertama dari ancaman narkoba di masa depan..

“Kegiatan Dongeng Hidup Sehat” di Taman Pintar Yogyakarta tidak sekadar menjadi simbol, melainkan langkah konkret dalam mewujudkan harapan agar generasi anak-anak masa kini tumbuh menjadi generasi yang sehat, produktif, dan bebas dari narkoba,” pungkasnya. (*/ ted)