bernasnews — Langit cerah yang menemani pagi warga Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Selasa, 11 November 2025, bukan jaminan hari akan berjalan tenang.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk waspada potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang pada siang hingga sore hari.
BMKG melalui prakiraan cuaca resminya menyebutkan bahwa cuaca ekstrem ini berpotensi melanda beberapa wilayah, khususnya Sleman, Kulon Progo bagian utara–tengah, Bantul bagian utara–tengah, serta Gunungkidul bagian utara–tengah.
Kondisi ini diperkirakan berlangsung sepanjang siang hingga sore hari dan dapat menimbulkan dampak seperti pohon tumbang, genangan air, hingga terganggunya aktivitas masyarakat di luar ruangan.
Cuaca Cerah Pagi Hari Berpotensi Berubah Cepat
Sejak pagi, cuaca di wilayah DIY diprediksi cerah berawan. Namun, BMKG mengingatkan bahwa perubahan kondisi atmosfer dapat terjadi cepat menjelang siang.
Awan-awan konvektif pembawa hujan mulai terbentuk akibat pemanasan permukaan bumi, sehingga meningkatkan peluang hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di sejumlah wilayah.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak terlena dengan cuaca cerah pagi hari. Siang hingga sore nanti, potensi hujan lebat disertai kilat dan angin kencang cukup tinggi, terutama di wilayah utara hingga tengah DIY,” jelas petugas prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi Yogyakarta dalam rilis resminya.
BMKG secara rinci menyebut Sleman dan Kulon Progo bagian utara–tengah berpotensi menerima intensitas hujan paling tinggi.
Sementara itu, Bantul bagian utara–tengah dan Gunungkidul bagian utara–tengah juga diprediksi mengalami kondisi serupa.
Wilayah Kota Yogyakarta, Kulon Progo bagian selatan, Bantul bagian timur, serta Gunungkidul bagian timur diperkirakan mengalami hujan ringan hingga sedang.
Pada malam hari, hujan ringan berpotensi melanda hampir seluruh wilayah DIY, sedangkan dini hari diperkirakan berawan.
Peringatan untuk Daratan dan Perairan Selatan DIY
BMKG mencatat suhu udara di wilayah DIY berkisar antara 23–30 derajat Celsius dengan kelembapan udara cukup tinggi, yakni 65–95 persen.
Arah angin bertiup dari selatan hingga barat dengan kecepatan antara 5 hingga 25 km per jam. Kondisi ini mendukung pembentukan awan hujan yang cepat dan intens pada siang hingga sore hari.
Selain potensi hujan di darat, BMKG juga mengeluarkan peringatan untuk wilayah perairan selatan Yogyakarta. Tinggi gelombang laut diperkirakan berkisar antara 1,25 hingga 2,5 meter, tergolong kategori sedang.
Nelayan dan masyarakat pesisir diimbau berhati-hati terhadap ombak tinggi dan angin kencang yang dapat mengganggu aktivitas pelayaran.
BMKG meminta warga DIY menghindari aktivitas di area terbuka saat hujan disertai petir, serta tidak berlindung di bawah pohon atau papan reklame besar.
Masyarakat juga diminta memastikan saluran air tetap lancar agar tidak terjadi genangan atau banjir lokal.
“Cuaca ekstrem sering muncul tiba-tiba di masa pancaroba seperti saat ini. Kami mengimbau masyarakat agar tetap memantau informasi resmi dari BMKG dan tidak terpancing informasi palsu yang beredar di media sosial,” tegas BMKG.
Dengan cuaca yang berubah cepat, BMKG berharap seluruh lapisan masyarakat di Daerah Istimewa Yogyakarta tetap waspada dan menyiapkan langkah antisipasi.
Pemerintah daerah, petugas kebencanaan, serta relawan diimbau meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, pohon tumbang, dan tanah longsor di daerah rawan.
Langit yang tampak tenang pagi hari dapat berubah dalam hitungan jam.
Waspada dan siaga menjadi langkah terbaik agar tidak ada korban akibat cuaca ekstrem yang mengintai Yogyakarta dan sekitarnya.












