News  

BMKG DIY Peringatkan Warga Sleman dan Kulon Progo Utara: Waspada Hujan Lebat Disertai Petir dan Angin Kencang Senin, 10 November 2025

Prakiraan cuaca DIY Senin,10 November 2025. (BMKG)

bernasnews — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengeluarkan peringatan dini kepada masyarakat agar waspada terhadap potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang, khususnya di wilayah Sleman dan Kulon Progo bagian utara.

Peringatan ini berlaku selama 24 jam mulai pukul 07.00 WIB, Senin, 10 November 2025. BMKG menegaskan bahwa kondisi cuaca pada hari tersebut berpotensi berubah cepat.

Warga diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama di daerah yang rawan bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, maupun pohon tumbang.

Cuaca Berubah dari Pagi hingga Malam

Menurut prakiraan resmi BMKG DIY, pagi hari akan diawali dengan kondisi cerah berawan di hampir seluruh wilayah Yogyakarta.

Namun, cuaca diprediksi berubah drastis pada siang hingga sore hari ketika awan tebal mulai terbentuk dan memicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di wilayah Sleman dan Kulon Progo bagian utara.

Sementara itu, wilayah Kota Yogyakarta, Bantul bagian utara, dan Gunungkidul bagian utara juga diperkirakan akan mengalami hujan dengan intensitas ringan hingga sedang.

Memasuki malam hari, potensi hujan ringan hingga sedang meluas ke seluruh wilayah DIY, sebelum kondisi kembali berawan pada dini hari.

Suhu, Kelembapan, dan Arah Angin

BMKG mencatat, suhu udara di wilayah DIY berkisar antara 22–30°C dengan kelembapan udara tinggi mencapai 97%. Kondisi ini memperkuat potensi terbentuknya awan konvektif yang memicu hujan lebat disertai petir.

Arah angin diperkirakan bertiup dari selatan menuju barat laut dengan kecepatan antara 5 hingga 30 km/jam.

BMKG menekankan, hembusan angin kencang dapat terjadi secara tiba-tiba saat hujan deras berlangsung, terutama di daerah terbuka dan perbukitan.

Selain peringatan hujan lebat di daratan, BMKG juga memperingatkan potensi gelombang laut sedang di perairan selatan Yogyakarta dengan tinggi gelombang berkisar antara 1,25 hingga 2,5 meter.

Kondisi ini termasuk dalam kategori sedang, sehingga nelayan dan wisatawan pesisir diminta berhati-hati ketika melakukan aktivitas di laut atau di sekitar pantai.

BMKG: Masyarakat Diminta Tetap Siaga

BMKG DIY menegaskan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat menghadapi perubahan cuaca ekstrem. Kepala Stasiun Klimatologi Yogyakarta mengimbau agar warga menghindari aktivitas di luar ruangan saat terjadi petir, serta tidak berteduh di bawah pohon atau papan reklame besar.

“Kami mengingatkan warga untuk terus memantau perkembangan cuaca dari kanal resmi BMKG. Cuaca ekstrem dapat datang tiba-tiba, terutama pada masa peralihan musim seperti saat ini,” ujar pejabat BMKG DIY dalam pernyataan resminya.

Langkah Antisipasi yang Disarankan

BMKG juga memberikan sejumlah langkah antisipasi kepada masyarakat:

  • Periksa saluran air dan sistem drainase agar tidak tersumbat menjelang hujan deras.
  • Amankan benda-benda ringan di luar rumah yang berpotensi terbawa angin.
  • Hindari berkendara di area rawan genangan saat hujan lebat berlangsung.
  • Nelayan diminta waspada terhadap gelombang sedang dan memeriksa kondisi kapal sebelum berlayar. (Eln)