bernasnews — Musyawarah Daerah Kamar Dagang dan Industri ke-9 Daerah Istimewa Yogyakarta (Musda ke-9 KADIN DIY), yang dibuka Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, telah berlangsung bertempat, di Ruang Yudhistira Lt 2, JEC, Bantul, DIY, pada Sabtu, 8 November 2025.
Musda KADIN DIY yang bertema “Memperkokoh Ketangguhan Ekonomi DIY” ini, seperti telah diketahui bahwa dalam rapat pleno yang dipimpin Gunarta Adibrata, Ketua Panitia Musda IX KADIN DIY 2025, keputusan yang dihasilkan antara lain, 1. Menerima laporan pertanggungjawaban Pengurus KADIN DIY periode 2020-2025; 2. Secara aklamasi memilih dan menetapkan GKR Mangkubumi menjadi Ketua Umum KADIN DIY, periode 2025 – 2030.
Lebih lanjut rumusan Visi, Misi, dan Strategi GKR Mangkubumi selaku Ketua Umum KADIN DIY Periode 2025-2030, adalah sebagai berikut.
Visi
Mewujudkan KADIN DIY sebagai penggerak utama dan mitra strategis pemerintah dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi Daerah Istimewa Yogyakarta yang inklusif, tangguh, berkelanjutan, dan berdaya saing tinggi.
Misi
- Memperkuat Kapasitas UMKM: Menjadikan UMKM sebagai pilar utama ekonomi DIY melalui program peningkatan kapasitas, akses permodalan, dan perluasan pasar.
- Meningkatkan Kualitas Human Capital: Mendorong peningkatan kompetensi dan keterampilan tenaga kerja DIY agar siap menghadapi tantangan industri melalui program vokasi dan pelatihan yang relevan.
- Mengakselerasi Transformasi Digital: Memfasilitasi adopsi teknologi digital secara menyeluruh di semua sektor usaha untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing.
- Mendorong Ekonomi Berkelanjutan: Mengawal transisi energi dan mempromosikan praktik ekonomi hijau (green economy) di kalangan dunia usaha DIY.
- Memperkuat Sinergi Pentahelix: Mengoptimalkan kolaborasi antara KADIN (dunia usaha), Pemerintah, Akademisi, Komunitas, dan Media untuk mencapai tujuan pembangunan bersama.
Strategi dan Program Prioritas (2025-2030)
- Penguatan Kapasitas UMKM Sebagai Pilar Ekonomi DIY
- UMKM Naik Kelas: Merancang program pendampingan intensif untuk membantu UMKM memperbaiki kualitas produk, manajemen, dan legalitas usaha.
- Akses Permodalan: Membuka dan memfasilitasi jalur akses ke lembaga keuangan, fintech, dan skema investasi alternatif bagi UMKM.
- Digitalisasi Pemasaran: Mendorong UMKM untuk memanfaatkan e-commerce dan platform digital guna menembus pasar nasional dan global.
- Penguatan Kapasitas Human Capital
- Link and Match Industri: Memperkuat kemitraan antara KADIN dengan lembaga pendidikan vokasi (SMK dan Perguruan Tinggi) untuk memastikan kurikulum sesuai dengan kebutuhan industri.
- Pusat Pelatihan Kompetensi: Menginisiasi program upskilling dan reskilling bagi tenaga kerja untuk adaptasi profesi baru, terutama di sektor digital dan teknologi.
- Akselerasi Transformasi Digital
- Adopsi Teknologi: Mendorong digitalisasi proses bisnis di sektor-sektor kunci (manufaktur, pariwisata, perdagangan) untuk meningkatkan efisiensi operasional.
- Infrastruktur Digital: Berkolaborasi dengan pemerintah dan swasta untuk memastikan ketersediaan infrastruktur digital yang merata bagi pelaku usaha.
- Penguatan Transisi Energi dan Ekonomi Berkelanjutan
- Advokasi Energi Terbarukan: Mendorong adopsi sumber energi terbarukan di lingkungan usaha dan industri.
- Ekonomi Hijau (Green Economy): Mempromosikan praktik bisnis yang ramah lingkungan, sirkular (circular economy), dan berkelanjutan sebagai nilai tambah daya saing produk DIY.
- Kesiapan Regulasi: Membantu dunia usaha dalam memahami dan beradaptasi dengan regulasi nasional dan global terkait standar keberlanjutan. (*/ ted)











