News  

Mobil Grand Livina Keluarkan Percikan Api di SPBU Patuk usai Kehilangan Tenaga di Tanjakan Jalan Jogja–Wonosari

grand livina terbakar
grand livina terbakar

bernasnews – Suasana Minggu siang di SPBU Patuk, Kalurahan Patuk, Kapanewon Patuk, Kabupaten Gunungkidul, mendadak gempar.

Sebuah mobil Grand Livina bernomor polisi AB-1769-ZL tiba-tiba mengeluarkan percikan api dari bagian dashboard setelah sebelumnya kehilangan tenaga di tanjakan curam Jalan Yogyakarta–Wonosari, tepatnya di kawasan Tikungan Slumprit, Patuk, sekitar pukul 10.30 WIB.

Mobil yang dikemudikan Dwi May Rusmida (36), warga Depok, Sleman, itu tengah melaju dari Yogyakarta menuju Saptosari, Gunungkidul, membawa enam anggota keluarga.

Perjalanan keluarga tersebut berubah tegang ketika kendaraan yang mereka tumpangi tiba-tiba kehilangan tenaga di tanjakan Slumprit dan mulai mengeluarkan asap dari bagian depan.

Kehilangan Tenaga di Tanjakan, Mobil Dipaksa Tetap Jalan

Menurut keterangan Kanit Lantas Polsek Patuk, Iptu Paryadi, kejadian bermula saat Grand Livina tersebut tidak kuat menanjak di Tikungan Slumprit.

Meski tenaga mobil melemah, pengemudi tetap berusaha melanjutkan perjalanan hingga akhirnya rem kendaraan blong ketika tiba di Perempatan PJR Patuk.

“Setelah rem blong, dari kabin depan muncul asap tebal. Pengemudi segera menepikan kendaraan ke area SPBU Patuk untuk menghindari bahaya lebih besar,” ujar Iptu Paryadi saat dikonfirmasi, Minggu, 9 November 2025 siang.

Kepanikan di SPBU: Percikan Api Muncul dari Dashboard

Begitu mobil berhenti di area SPBU, Dwi May dan seluruh keluarganya bergegas keluar menyelamatkan diri. Tak lama kemudian, percikan api muncul dari bagian dashboard depan, membuat warga dan petugas SPBU panik.

Dua warga yang sedang berada di lokasi segera mengambil alat pemadam api ringan (APAR) milik SPBU dan berupaya memadamkan api secara manual. Beruntung, kebakaran bisa diminimalisir.

“Berkat kesigapan warga dan petugas SPBU, api berhasil dipadamkan sebelum menjalar ke bagian lain kendaraan maupun area pom bensin,” jelas Iptu Paryadi.

Polisi yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pemeriksaan dan pendataan. Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), penyidik menemukan indikasi kuat bahwa sumber api berasal dari overheat mesin akibat air radiator yang habis.

“Diduga air radiator kosong sehingga mesin mengalami overheat dan memicu percikan api dari sistem kelistrikan di dashboard,” ungkap Paryadi.

Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden yang sempat membuat pengendara lain berhenti karena penasaran tersebut.

Namun, bagian depan mobil Grand Livina rusak parah, terutama di area mesin dan dashboard. Polisi menaksir kerugian mencapai sekitar Rp20 juta.

Kendaraan kemudian dievakuasi menggunakan mobil towing untuk dibawa ke bengkel terdekat di wilayah Wonosari guna pemeriksaan lanjutan.

Menutup pernyataannya, Iptu Paryadi mengimbau masyarakat agar selalu melakukan pengecekan rutin terhadap kendaraan sebelum melakukan perjalanan jauh, terutama untuk jalur dengan medan berat seperti Jalan Jogja–Wonosari yang dikenal dengan tanjakan curam dan tikungan tajam.

“Pastikan air radiator terisi, sistem rem berfungsi baik, dan jangan memaksakan kendaraan jika mulai kehilangan tenaga. Keselamatan lebih penting daripada kecepatan,” tegasnya.

Peristiwa ini menjadi peringatan bagi pengendara agar tidak mengabaikan kondisi mesin kendaraan, terutama saat melintasi rute-rute ekstrem di kawasan perbukitan Patuk yang sering kali menguji performa kendaraan.