bernasnews – Keindahan Candi Prambanan yang megah kembali menjadi saksi perhelatan akbar Saka Yoga Festival 2025. Acara yang digelar di Lapangan Nandhi, Kompleks Candi Prambanan, pada Minggu (9/11/2025) ini mengusung tema “Yoga untuk Kesehatan dan Ketenangan Jiwa”. Festival ini menjadi wadah untuk merayakan harmoni antara tubuh, pikiran, dan spiritualitas di tengah warisan budaya dunia yang penuh makna.
Ketua Tim Kerja Pemanfaatan Candi Prambanan, Nyoman Aryawan, dalam sambutannya menegaskan pentingnya kegiatan ini bukan hanya sebagai ajang olahraga, tetapi juga sebagai upaya memperkuat hubungan manusia dengan Tuhan, sesama, dan alam semesta.
“Tema dari Saka Yoga Festival kita adalah yoga untuk kesehatan dan keselarasan jiwa. Kita butuh kesehatan, tapi juga bagaimana jiwa kita selaras dengan Tuhan, dengan kemanusiaan, dan tentunya alam semesta,” ujar Nyoman Aryawan.
Ia menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan inisiatif dari Direktorat Jenderal Bimas Hindu yang bertujuan memanfaatkan Candi Prambanan tidak hanya sebagai destinasi wisata, tetapi juga sebagai pusat spiritualitas dan kesehatan.
“Ini kegiatan yang diamanatkan oleh Dirjen Bimas Hindu, bagaimana memanfaatkan Candi Prambanan tidak hanya sebagai turisme, tetapi juga menyehatkan tubuh dan menjaga spiritualitas dari warisan leluhur,” lanjutnya.
Pelestarian Warisan dan Penguatan Spiritualitas
Nyoman juga menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan acara serupa agar Candi Prambanan terus hidup sebagai ruang spiritual yang aktif. Ia menilai, kegiatan ini mencerminkan nilai toleransi dan kebesaran budaya Jawa kuno yang diwariskan melalui keberadaan candi-candi Hindu dan Buddha di kawasan tersebut.
“Candi Prambanan merupakan heritage peninggalan leluhur kita yang hebat dalam kegiatan keagamaan dan toleransi. Untuk itu, kegiatan seperti ini perlu terus berkesinambungan di tahun-tahun mendatang,” katanya.
Yoga sebagai Gaya Hidup Sehat dan Daya Tarik Wisata
Sementara itu, General Manager Prambanan & Ratu Boko, Ratno Timur, menilai penyelenggaraan festival ini memiliki nilai ganda, meningkatkan kesehatan sekaligus memperkuat sektor pariwisata.
“Ini salah satu acara luar biasa, tidak hanya memadukan kesehatan tapi juga wisata ke Prambanan,” ujarnya.
Ratno juga mengaku turut merasakan manfaat langsung dari praktik yoga yang menyehatkan tubuh dan menyegarkan pikiran.
“Gerakannya mungkin tidak seintens senam zumba, tapi kalau dilaksanakan dengan pelan dan dihayati, yoga memberi manfaat besar bagi kesehatan,” tambahnya.
Ia berharap kegiatan seperti Saka Yoga Festival bisa menjadi agenda tahunan yang menarik wisatawan sekaligus menghidupkan kawasan Taman Wisata Candi Prambanan.
Yoga, Warisan Spiritual Dunia
Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), I Ketut Budiasa, mengingatkan bahwa yoga bukan sekadar aktivitas fisik, melainkan tradisi spiritual kuno yang membawa kedamaian batin.
“Di tengah dunia yang semakin keras, kita bersyukur Weda sudah mewariskan apa yang kita lakukan hari ini. Yoga memang berasal dari tradisi Hindu, tapi kini menjadi milik seluruh umat manusia dan diakui PBB sebagai Hari Yoga Internasional,” ungkapnya.
I Ketut Budiasa menegaskan bahwa praktik yoga seharusnya dilakukan tidak hanya untuk kebugaran tubuh, tetapi juga untuk keseimbangan jiwa dan keharmonisan hidup.
“Kalau kita melakukan yoga hari ini, bukan hanya untuk jungkat-jungkit badan, tapi masuk ke dalam diri. Yoga sesungguhnya jauh lebih luas dari sekadar gerakan fisik,” katanya.
Ia menutup sambutannya dengan ajakan agar para peserta menjadikan yoga sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari, mulai dari yama, niyama, asana, pranayama, pratyahara, dharana, dhyana, hingga samadhi sebagai jalan menuju keseimbangan jiwa dan raga.
“Semoga kita semua bisa mempraktikkan yoga dengan baik, sehingga memberikan sumbangsih pada kesehatan badan dan jiwa,” tutupnya.












