bernasnews — Wayang yang merupakan warisan leluhur yang adi luhung kini bukan hanya milik bangsa Indonesia, namun sudah diakui dunia internasional. Untuk itulah Hari Wayang Nasional (HWN) diperingati setiap tanggal 7 November.
Hal ini mengacu penetapan UNESCO pada 7 November 2003 terhadap wayang sebagai Mahakarya Warisan Budaya Lisan dan Takbenda Manusia (Masterpiece of the Oral and Intangible Heritage of Humanity). Lima tahun kemudian, pada 4 November 2008, wayang resmi masuk daftar Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity dengan judul The Wayang Puppet Theater.
HWN menjadi momentum penting untuk menumbuhkan kesadaran dan kecintaan masyarakat terhadap wayang Indonesia, seperti yang dilakukan oleh Akademi Komunitas Negeri (AKN) Seni & Budaya Yogyakarta menyelenggarakan Festival Wayang di kampus setempat, Jalan Parangtritis No 364, Pandes, Panggungharjo, Sewon, Bantul, DIY, tanggal 7, 8 dan 9 November 2025.
Berbagai acara disiapkan oleh panitia diantaranya yakni Napak Tilas yang diikuti seluruh civitas AKN Seni & Budaya Yogyakarta. Juga pameran Seni Instalasi Setting Artistik “Wayang Milehnium Wae”, karya Ki Mujar Sangkerta, yang di-display di halaman Kampus AKN disamping Utara dan Selatan Pendopo, 7-10 November 2025.
Menurut Ki Mujar, Wayang Milehnium Wae yang berukuran jumbo dan berbahan dari logam ini dibuat untuk memperkenalkan kepada Generasi Muda Milenial tentang Wayang Alternatif baru yang penuh inovasi baru. Kreativitas, ide-ide pementasan serta penampilan yang lebih segar dinamis dan butuh untuk diapresias.
“Agar generasi muda mencintai, mewarisi dan mengembangkan wayang sesuai dengan zamannya baik saat ini dan masa yang akan mendatang,” kata Seniman dan Budayawan, alumni ISI Yogyakarta, kepada bernasnews melalui pesan elektronik, Jumat (7/11/2025).
Karya Wayang Milehnium Wae yang dipajang oleh Ki Mujar yang dibantu oleh panitia dan civitas kampus setempat ini tematiknya menyesuaikan dengan peringatan Hari Wayang Nasional (HWN), yang terdiri yang terdiri dari Wayang Relief Candi Prambanan, Relief Candi Borobudur.
“Juga wayang bertema Nilai Kebangsaan, ada tokoh Patih Gajah Mada, Roro Jonggrang, Dewi Durga, Ratu Boko, Bandung Bondowoso, Raksasa Milenial Pankrock serta Gunungan Pohon Kalpataru. Ukuran wayang yang terbesar berkisar 200 Cm atau dua meter lebih,” ujar Ki Mujar Sangkerta. (ted)












