News  

Gelombang Tinggi dan Hujan Disertai Angin Kencang Berpotensi Landa DIY, BMKG Minta Warga Hati-hati

Prakiraan cuaca DIY, Jumat, 7 November 2025. (BMKG)

bernasnews – Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kembali bersiap menghadapi cuaca ekstrem. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi wilayah ini akan diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

Hujan berpotensi disertai angin kencang dan kilat. Kondisi tersebut berlaku selama 24 jam, mulai Jumat, 7 November 2025 pagi hingga Sabtu, 8 November 2025 dini hari.

Langit Mulai Gelap, Pertanda Hujan Lebat

Sejak pagi, langit Yogyakarta tampak berawan. Namun, ketenangan itu hanya sementara. Memasuki siang hingga sore hari, awan cumulonimbus menebal di sejumlah wilayah.

BMKG memprakirakan hujan sedang hingga lebat berpotensi mengguyur Sleman, Kota Yogyakarta, Kulon Progo bagian selatan dan utara, serta Gunungkidul bagian selatan.

Sementara itu, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang juga berpotensi turun di Bantul dan Gunungkidul bagian utara. Pada malam hari, cuaca kembali berawan, tetapi bukan berarti ancaman telah hilang.

Menjelang dini hari, potensi hujan ringan hingga sedang kembali meningkat di Kulon Progo bagian selatan, Bantul bagian selatan, dan Gunungkidul bagian selatan.

Suhu udara di DIY berkisar antara 22 hingga 30 derajat Celsius. Kelembapan udara mencapai 75 hingga 98 persen, menunjukkan atmosfer sarat uap air dan mendukung pembentukan awan hujan.

BMKG mencatat arah angin dominan bertiup dari selatan hingga barat dengan kecepatan 5 hingga 25 kilometer per jam.

Kecepatan angin ini dapat meningkat tajam, terutama saat hujan disertai petir mengguyur. BMKG mengingatkan warga untuk tidak berteduh di bawah pohon, baliho, atau tiang listrik ketika hujan disertai kilat.

Gelombang Tinggi di Selatan, Nelayan Diminta Waspada

Ancaman terbesar datang dari laut. BMKG memperingatkan, tinggi gelombang di perairan selatan Yogyakarta berkisar 2,5 hingga 4 meter, masuk kategori gelombang tinggi. Kondisi ini berbahaya bagi kapal nelayan kecil, kapal wisata, hingga aktivitas di sekitar pantai.

“Kami imbau masyarakat pesisir, khususnya para nelayan dan wisatawan di pantai selatan DIY, agar meningkatkan kewaspadaan. Hindari aktivitas melaut dan menjauh dari bibir pantai saat gelombang tinggi terjadi,” ujar Prakirawan Stasiun Meteorologi BMKG Yogyakarta dalam rilis resminya.

Gelombang tinggi bukan hanya ancaman bagi kapal, tetapi juga pengunjung pantai. Ombak besar dapat datang tiba-tiba dan menjangkau daratan lebih jauh dari biasanya.

BMKG menegaskan, kondisi laut yang bergolak ini masih akan berlangsung hingga beberapa hari ke depan jika angin baratan terus menguat.

Dalam peringatan dini cuaca hari ini, BMKG juga meminta warga mewaspadai potensi hujan sedang hingga lebat disertai kilat atau petir dan angin kencang, terutama di Sleman, Kota Yogyakarta, Kulon Progo bagian utara, serta Gunungkidul bagian selatan.

Fenomena ini berpotensi memicu pohon tumbang, genangan air, bahkan longsor di daerah perbukitan. Pemerintah daerah diminta bersiaga, terutama petugas kebersihan dan tanggap darurat di wilayah rawan.

“Kondisi atmosfer saat ini masih labil. Potensi pertumbuhan awan konvektif cukup tinggi, sehingga masyarakat perlu berhati-hati terhadap dampak cuaca ekstrem,” tambah BMKG.

BMKG mengingatkan masyarakat untuk tidak panik namun tetap waspada. Warga dianjurkan memperbarui informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG dan segera mengamankan barang-barang penting jika terjadi hujan deras atau genangan air.

Bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan, terutama pengguna sepeda motor dan pekerja lapangan, disarankan menunda perjalanan ketika hujan disertai petir.

Di wilayah pesisir, nelayan dan wisatawan sebaiknya menunda aktivitas di laut hingga kondisi membaik. (Eln)