bernasnews – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi sepanjang Kamis, 6 November 2025.
Cuaca ekstrem ini mencakup hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang di sejumlah wilayah, khususnya di Sleman, Kulon Progo bagian utara, dan Gunungkidul bagian utara.
Selain itu, BMKG juga memperingatkan adanya gelombang tinggi di perairan selatan DIY yang berpotensi mencapai 2,5 hingga 4 meter.
Peringatan ini berlaku selama 24 jam, mulai pukul 07.00 WIB, sebagai upaya BMKG untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat menghadapi perubahan cuaca ekstrem pada masa peralihan musim.
Langit DIY Diperkirakan Berawan Tebal Sejak Pagi
Sejak pagi hari, langit di sebagian besar wilayah DIY diperkirakan berawan tebal. Meski tampak tenang di awal hari, potensi perubahan cuaca meningkat tajam menjelang siang.
Pada siang hingga sore hari, awan cumulonimbus berpotensi berkembang cepat dan membawa hujan lebat di sejumlah titik strategis seperti wilayah utara Sleman, pegunungan Kulon Progo, serta lereng utara Gunungkidul.
BMKG menyebut Kota Yogyakarta, Bantul, dan sebagian wilayah Kulon Progo juga tidak luput dari potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang.
Pada malam hari, hujan ringan masih dapat mengguyur wilayah selatan Kulon Progo, Bantul, dan pesisir selatan Gunungkidul, sementara menjelang dini hari kondisi langit diprediksi kembali berawan.
Secara umum, suhu udara di wilayah DIY berkisar antara 22 hingga 31 derajat Celsius dengan kelembapan relatif tinggi mencapai 75 hingga 98 persen.
Kondisi ini menciptakan udara yang lembap dan meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di beberapa daerah.
Arah angin bertiup dari selatan hingga barat dengan kecepatan mencapai 25 km/jam, menunjukkan adanya suplai massa udara lembap dari Samudra Hindia menuju Pulau Jawa.
Gelombang Tinggi Ancam Perairan Selatan Yogyakarta
Selain hujan lebat, BMKG memperingatkan adanya potensi gelombang tinggi di perairan selatan DIY. Tinggi gelombang diperkirakan mencapai 2,5 hingga 4 meter dan tergolong tinggi.
Kondisi ini dipicu perbedaan tekanan udara antara wilayah tropis di Indonesia dan sistem tekanan tinggi di selatan Australia, yang memperkuat hembusan angin baratan di Laut Jawa dan Samudra Hindia.
BMKG meminta nelayan tradisional, wisatawan pantai, serta operator kapal kecil agar tidak memaksakan berlayar selama kondisi belum stabil.
Aktivitas wisata di pantai, seperti bermain air, memancing di tebing karang, atau berfoto di dekat bibir pantai, sebaiknya ditunda untuk sementara waktu.
Kepala Stasiun Klimatologi BMKG DIY melalui pernyataan resminya menegaskan bahwa masyarakat diimbau untuk tidak mengabaikan peringatan dini tersebut, terutama bagi warga yang tinggal di daerah rawan longsor, banjir, atau tepi pantai.
“Kami mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap kemungkinan hujan lebat disertai petir dan angin kencang. Bagi nelayan dan masyarakat pesisir, mohon memperhatikan tinggi gelombang yang bisa mencapai empat meter,” ujar pejabat BMKG DIY dalam rilis resminya.
BMKG juga mendorong masyarakat untuk memantau pembaruan informasi cuaca melalui kanal resmi seperti aplikasi Info BMKG, media sosial, dan situs web resmi agar selalu memperoleh informasi terkini mengenai kondisi atmosfer di wilayah DIY.
Fenomena cuaca ekstrem di awal November ini disebut sebagai bagian dari dinamika atmosfer menjelang puncak musim hujan.
Adanya fenomena La Niña lemah dan gelombang Rossby tropis yang melintas di sekitar Jawa turut memperkuat potensi hujan intens di wilayah selatan Indonesia. BMKG memperkirakan potensi serupa masih dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Oleh karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana hidrometeorologi seperti genangan, banjir, pohon tumbang, hingga tanah longsor di wilayah perbukitan.
Meski cuaca ekstrem tampak mengkhawatirkan, BMKG menegaskan kondisi ini masih dalam fase normal tahunan menjelang puncak musim hujan.
Pemerintah daerah bersama BPBD DIY juga telah menyiapkan langkah mitigasi untuk menghadapi potensi bencana akibat cuaca ekstrem.
Masyarakat diminta tidak panik, tetapi tetap siaga dan memperhatikan lingkungan sekitar. Hindari berlindung di bawah pohon saat hujan disertai petir, matikan peralatan elektronik saat badai, dan pastikan saluran air di sekitar rumah tidak tersumbat.












