bernasnews – Misteri pembunuhan wanita muda di wilayah Gamping, Sleman, akhirnya berhasil diungkap dalam waktu singkat. Polisi mengungkap bahwa pelaku tak lain adalah kekasih korban sendiri, yang berusaha mengakhiri hidup setelah melakukan aksi keji tersebut.
Dalam kurang dari sehari sejak penemuan jasad korban, aparat Polresta Sleman bersama Polsek Gamping berhasil menangkap pelaku berinisial LBW, di Secang, Kabupaten Magelang, Rabu (5/11/2025) siang.
Penangkapan Pelaku
Kapolresta Sleman, Kombes Pol Edy Setianto Erning Wibowo, membenarkan penangkapan tersebut.
“Betul, kemarin siang langsung kita tangkap dan ungkap. (Pelaku) LBW, dia pacarnya korban,” ujar Edy, melansir dari kabarjawa.com.
Penangkapan berlangsung dramatis. Polisi mendapati LBW dalam keadaan setengah sadar di pemakaman orang tuanya, diduga setelah minum racun serangga jenis Baygon untuk bunuh diri.
“(Pelaku) diduga mau bunuh diri dengan minum baygon. Ditangkapnya di pemakaman ortunya di Secang, Magelang,” tambah Kapolresta Sleman.
Kepala Bidang Humas Polda DIY, Kombes Pol Ihsan, menambahkan bahwa penangkapan dilakukan kurang dari satu jam setelah penyelidikan awal dimulai.
“Kurang dari satu jam setelah penyelidikan awal, petugas berhasil menangkap terduga pelaku LBW di wilayah Secang, Magelang. Pelaku ditemukan di kuburan orangtuanya dalam kondisi lemah karena menenggak racun serangga,” jelas Ihsan.
Petugas segera mengevakuasi LBW ke rumah sakit untuk perawatan medis darurat, mengingat racun yang diminumnya cukup berbahaya.
“Dengan pertimbangan kemanusiaan, petugas membawa yang bersangkutan ke rumah sakit. Sekarang masih dirawat. Setelah kondisi membaik, kasus ini akan dirilis secara lengkap oleh Polresta Sleman,” ujarnya.
Dari hasil penyelidikan awal, cemburu dan amarah diduga menjadi pemicu LBW menghabisi nyawa kekasihnya. Informasi yang beredar di media sosial menyebut, pelaku tidak terima saat korban memutuskan hubungan asmara mereka.
Polisi kini masih mendalami motif emosional tersebut, termasuk kemungkinan pelaku mengalami tekanan psikologis atau depresi berat sebelum kejadian.
“Kami masih dalami motif dan kronologi detailnya. Setelah pelaku pulih, penyidik akan melakukan pemeriksaan intensif,” ungkap Ihsan.
Kasus Pembunuhan Wanita Muda di Gamping
Warga Padukuhan Mejing Wetan, Kalurahan Ambarketawang, Kapanewon Gamping, digemparkan oleh penemuan mayat seorang wanita pada Selasa (4/11/2025) pagi.
Korban, berinisial R (40), ditemukan tewas bersimbah darah di lantai kamar kontrakannya sekitar pukul 07.00 WIB.
Sejumlah warga awalnya curiga karena rumah kontrakan korban tampak sepi dan tertutup sejak malam sebelumnya. Saat pintu kamar didobrak, mereka mendapati korban tergeletak dengan luka sayatan di leher dan darah menggenang di lantai.
Kepanikan pun pecah di lokasi kejadian. Suasana yang semula tenang berubah menjadi tegang dan penuh histeris. Warga segera melapor ke Polsek Gamping.
Tak lama berselang, tim Inafis Polresta Sleman datang dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dari hasil pemeriksaan awal, polisi menemukan jejak sepatu dan beberapa barang pribadi pelaku yang tertinggal di sekitar lokasi. Bukti-bukti tersebut langsung mengarahkan penyidik kepada LBW.
Hingga kini, pelaku masih dirawat di rumah sakit dan dijaga ketat oleh aparat kepolisian. Setelah kondisinya stabil, pemeriksaan lanjutan dan konferensi pers resmi akan dilakukan oleh Polresta Sleman.
Kapolresta Sleman menegaskan, penyidik akan mengungkap seluruh fakta kasus ini secara terbuka agar korban mendapatkan keadilan.
“Setelah pelaku sehat, semuanya akan kami buka secara transparan. Kami akan pastikan korban mendapat keadilan,” tegas Kombes Pol Edy Setianto Erning Wibowo.
Kasus ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kekerasan dalam hubungan personal bisa berujung fatal jika tidak dewasa dan tanpa pengendalian emosi.
Polisi mengimbau masyarakat untuk lebih peka terhadap tanda-tanda kekerasan dalam relasi dan tidak ragu melapor jika menemukan potensi bahaya serupa di lingkungan sekitar.***(Eln)












