bernasnews – Bertepatan dengan Malam Peringatan Bulan Bahasa tahun 2025, Sunardi D Suwito penulis buku kumpulan cerita pendek Kerikil Padang Pasir dan Nujum Kiai Mujab, launching dua bukunya bertempat di Griya Pusaka Padukuhan Piyungan, Desa Srimartani, Kapanewon Piyungan, Kabupaten Bantul, pada Jumat 31 Oktober 2025.
Acara launching buku yang sedianya akan dihadiri oleh Bupati Bantul Abdul Halim Muslih namun dikarenakan ketugasan yang tidak bisa ditinggalkan, Bupati Bantul tidak jadi hadir untuk menyaksikan.
Sunardi merupakan anak dari Darmo Suwito dari Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Lahir di Kediri tahun 1969. SD dan SMP bersekolah di Kediri. Awalnya sekolah SMA di Pare Kediri namun setahun DO (Drop Out). Kemudian melanjutkan sekolah di SMA Negeri Playen, Kabupaten Gunungkidul, DIY.
Tamat SMA sempat magang di toko emas. Pada tahun 1991, Sunardi diterima IKlP Negeri Karang Malang Yogyakarta, Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia. Menurutnya, dalam masa perkuliahan merupakan tempat untuk memupuk kemampuan menulis.
“Setahun kuliah tulisan saya mulai muncul ikut menghiasi di beberapa koran lokal Jogja,” ungkap Sunardi.
Lulus kuliah Sunardi tidak mau menjadi guru. Ia memilih menjadi pengusaha membuka toko emas di Piyungan. Bersamaan dengan itu kesenangan menulis juga berhenti. Ditambah lagi tahun 2004 mendapatkan kepercayaan masuk dunia politik, menjadi Angota DPRD Kabupaten Gunungkidul periode 2004- 2009.
Selepas menjadi anggota dewan, Sunardi sempat membuka usaha toko emas namun kurang beruntung hingga mengalami kebangkrutan. “Beberapa usaha pernah dijalani, sampai sekarang menjadi suplayer beras,” ujarnya.
Setelah berhenti menulis beberapa waktu yang panjang. Pada saat pandemi mulai menulis kembali dan karyanya hanya disimpan. Baru tahun 2025 ini tulisannya dibukukan menjadi dua buku. “Pada dasarnya manusia itu bisa bercerita. Karena dari kandungan sudah mulai dibisiki cerita oleh ibunya. Dan cerita itu bisa digali dari kejadian ringan yang ada di sekitaran,” ungkap Sunardi.
Dua bukunya tersebut diterbitkan oleh Penerbit Interlude, yang beralamatkan di Sumber Kulon, Kalitirto, Berbah, Kabupaten Sleman. Pemilik Interlude Cak Kandar merasa senang bisa menerbitkan dua buku kumpulan cerpen karya Sunardi.
Menurut Cak Kandar, ia merasa termudahkan lantaran susunan kata, ejaan, alur cerita sudah runtut, tinggal pembenahan sedikit. “Pada dasarnya kedua buku tersebut sudah hampir jadi. Tinggal memoles sedikit bisa langsung cetak,” ujarnya. (nun/ Kusnadi)












