bernasnews – Suasana pagi di Jalan Sentolo–Muntilan, tepatnya di depan Gereja Santa Maria Nanggulan, mendadak berubah mencekam. Sekitar pukul 05.15 WIB, dua sepeda motor bertabrakan keras.
Kecelakaan maut itu merenggut nyawa seorang perempuan lanjut usia berusia 74 tahun, warga Girimulyo, yang meninggal dunia di lokasi kejadian.
Menurut laporan kepolisian, kecelakaan terjadi antara sepeda motor Suzuki Shogun bernomor polisi AB-5549-GL yang dikendarai SH (74), warga Girimulyo, dengan Honda Stylo bernomor polisi AA-3282-TY yang dikendarai ZG (29), warga Kedu, Temanggung.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, pagi itu udara masih sejuk dan jalan raya belum terlalu ramai. SH mengendarai motor Shogun dari arah utara menuju selatan. Ketika tiba di depan Gereja Santa Maria, ia berbelok ke kanan, hendak masuk ke halaman gereja.
Namun pada saat bersamaan, dari arah berlawanan, motor Honda Stylo yang dikendarai ZG melaju dari selatan ke utara. Karena jarak yang sudah terlalu dekat, tabrakan pun tak terhindarkan. Suara benturan keras membangunkan warga sekitar.
Motor Shogun terpental, dan SH terjatuh dengan luka parah di kepala. Petugas medis yang datang bersama kepolisian hanya bisa memastikan korban meninggal dunia di tempat.
Kerusakan Kendaraan dan Penanganan Lokasi
Benturan keras menyebabkan kedua motor mengalami kerusakan cukup berat. Pada sepeda motor Suzuki Shogun AB-5549-GL, bagian tebeng depan kiri pecah, slebor depan penyok, dan spion hancur.
Sedangkan Honda Stylo AA-3282-TY milik ZG mengalami body depan dan slebor pecah. Petugas Satlantas Polres Kulonprogo melakukan olah tempat kejadian perkara.
Area di depan gereja sempat ditutup sementara untuk evakuasi korban dan kendaraan.
Imbauan Kepolisian untuk Pengendara
Kasi Humas Polres Kulonprogo, Iptu Sarjoko, mengatakan kecelakaan ini diduga terjadi karena kurang hati-hati saat berbelok dan kondisi jarak pandang yang sempit.
“Pengendara harus ekstra waspada terutama di titik akses keluar-masuk seperti gereja atau pasar. Selalu pastikan aman sebelum berbelok,” ujarnya.
Kecelakaan ini menambah daftar panjang insiden lalu lintas di wilayah Kulonprogo selama awal November. Petugas menegaskan akan terus melakukan patroli dan imbauan keselamatan di titik-titik rawan seperti jalur Nanggulan–Sentolo.












