bernasnews -Tragedi kecelakaan maut terjadi di Jalan Umum Wonosari–Karangmojo, tepatnya di Dusun Kayuwalang, Kalurahan Wiladeg, Kapanewon Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul, Kamis, 30 Oktober 2025 sore.
Dalam kondisi hujan deras, seorang perempuan bernama Yustina Titik Rahayu (35) meninggal dunia setelah terjatuh dari motor dan terlindas kendaraan lain yang melintas dari belakang.
Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 16.45 WIB. Saat itu, Yustina dibonceng oleh suaminya, Lanjar Wahyu Wijayanto (39), menggunakan sepeda motor Honda Beat Street bernomor polisi AB-5144-MR. Jalanan sedang basah dan licin karena hujan yang turun cukup lebat sejak sore.
Saat sedang melaju, Lanjar berusaha mengusap kaca helm karena tertutup air. Dalam waktu bersamaan, di depan mereka melaju Honda Revo Fit AD-3509-F yang dikendarai Herawan Wahyunanto (54), warga Semarang.
Saat melakukan gerakan spontan tersebut, jarak kendaraan dengan motor di depannya terlalu dekat. Pengendara kehilangan kendali. Motor Beat Street kemudian menabrak bagian belakang Revo Fit. Keduanya langsung terjatuh di badan jalan yang penuh genangan air.
Kanit Gakkum Sat Lantas Polres Gunungkidul, Ipda Nur Ikhwan, menjelaskan tabrakan terjadi karena kecerobohan kecil yang berakibat fatal.
“Pengendara Beat Street mengusap kaca helm dalam kondisi hujan. Karena jarak dengan kendaraan di depannya sangat dekat, tabrakan depan-belakang pun terjadi. Motor Beat Street terjatuh dan pemboncengnya tergeletak di jalan,” ungkap Ipda Ikhwan, Jumat, 31 Oktober 2025 seperti dikutip dari kabarjawa.com.
Setelah terjatuh, tubuh Yustina terpental ke tengah jalan. Belum sempat bangun atau dibantu warga, datang motor Honda Vario AB-5756-DR dari belakang. Kendaraan tersebut dikendarai oleh Hamidah Syarif (17) dengan pembonceng Mayang Sari (23).
Dalam kondisi jalan licin dan pandangan terbatas akibat hujan, mereka tidak dapat menghindar. Ban depan motor Vario langsung melindas tubuh korban yang sudah tergeletak.
Warga sekitar yang mendengar suara benturan langsung keluar rumah. Beberapa pengendara yang melintas juga berhenti dan berusaha menolong. Namun kondisi korban sudah sangat parah.
Yustina mengalami pendarahan di bagian perut, hidung, dan mulut. Tim medis dari RS Panti Rahayu Karangmojo yang datang ke lokasi memastikan korban telah meninggal dunia di tempat kejadian.
Sementara itu, pengendara Vario dan pemboncengnya turut mengalami luka. Hamidah mengalami lecet di kaki kanan dan kiri, sedangkan Mayang mengeluh sakit di bagian perut dan merasa mual akibat benturan. Keduanya kemudian dibawa ke RSI Gunungkidul untuk mendapatkan perawatan medis.
Setelah kejadian, polisi melakukan olah TKP dan mengamankan tiga sepeda motor yang terlibat kecelakaan tersebut. Dari hasil pemeriksaan awal, petugas tidak menemukan indikasi pelanggaran berat, namun terdapat unsur kelalaian yang memicu rangkaian kecelakaan beruntun.
Faktor jalan licin, jarak kendaraan yang terlalu dekat, serta tindakan pengendara yang mengusap helm saat motor masih melaju menjadi penyebab utama.
Kecelakaan ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban. Lanjar terlihat terpaku dalam kondisi basah kuyup di tepi jalan, menyaksikan jasad istrinya ditutupi terpal biru. Beberapa warga berusaha menenangkan suami korban sambil menunggu proses evakuasi dari kepolisian.
Peristiwa tersebut menjadi pengingat bagi pengendara lain agar lebih berhati-hati saat kondisi hujan. Jalan basah membuat pengereman dan keseimbangan kendaraan lebih sulit dikendalikan.
Polisi juga mengimbau setiap pengendara untuk selalu menjaga jarak aman dan tidak melakukan gerakan mendadak saat berkendara dalam kondisi cuaca buruk.
Kecelakaan ini menutup sore hujan dengan kabar duka yang mendalam, sekaligus menjadi pelajaran tragis bahwa kelalaian sekecil apa pun di jalan raya dapat membawa konsekuensi fatal bagi diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya. (Eln)











