News  

Gunung Merapi Luncurkan Enam Awan Panas dalam Sehari, Jarak Luncur Capai 2,5 Kilometer

Awan panas Merapi meluncur ke arah barat daya dari puncak gunung, terpantau dari pos pengamatan. (Ist)

bernasnews — Aktivitas Gunung Merapi kembali menjadi sorotan pada Minggu (2/11/2025). Dalam satu hari, gunung berapi paling aktif di Indonesia ini meluncurkan enam awan panas guguran yang mengarah ke sektor barat daya.

Peristiwa terakhir terjadi pada pukul 17.21 WIB dengan jarak luncur sejauh 1.500 meter. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat pergerakan awan panas itu mempunyai amplitudo maksimum 47,98 mm dan durasi 150,68 detik.

Kepala BPPTKG Agus Budi Santosa menyebut bahwa intensitas keguguran hari itu cukup tinggi.

“Awan panas sore ini menjadi kejadian keenam dalam satu hari. Aktivitas Merapi memang meningkat, tapi masih dalam level Siaga atau Level III,” ujarnya seperti diberitakan kabarjawa.com.

Rentetan awan panas guguran Minggu, 2 November 2025:

  • Pukul 11.04 WIB, awan panas meluncur sejauh 2.500 meter.
  • Pukul 11.11 WIB, guguran kembali terjadi sejauh 2.000 meter.
  • Pukul 14.27 WIB, Merapi kembali menyemburkan awan panas sejauh 2.000 meter.
  • Pukul 15.00 WIB, guguran meluncur sejauh 1.500 meter.
  • Pukul 16.08 WIB, awan panas terdeteksi sejauh 1.700 meter.
  • Pukul 17.21 WIB, guguran terakhir sore itu meluncur sejauh 1.500 meter.

Sumber visual dari pos pengamatan Babadan dan Kaliurang menunjukkan awan panas membumbung dengan warna pekat. Beberapa waktu bersamaan terdengar suara gemuruh cukup panjang.

Angin yang bergerak ke timur membuat abu vulkanik terbawa hingga sejumlah titik di Sleman bagian timur terlihat tertutup debu halus.

Dari catatan Badan Geologi, seluruh awan panas hari itu mengarah ke sektor barat daya. Area ini mencakup aliran Kali Boyong, Kali Bebeng, dan Kali Sat, wilayah yang selama beberapa bulan terakhir memang menjadi jalur dominan aliran material vulkanik.

Agus Budi Santosa menjelaskan bahwa faktor pemicu aktivitas berasal dari kubah lava di sektor barat daya. Struktur kubah terus berkembang dan sebagian runtuh, memicu luncuran material panas.

“Itulah yang memicu awan panas guguran,” jelasnya.

Masyarakat Diminta Waspada

Badan Geologi menegaskan bahwa masyarakat diminta untuk tidak beraktivitas di area berbahaya, khususnya dalam radius lima kilometer dari puncak.

Meski status tetap berada di Level III (Siaga), kemungkinan guguran lava, lontaran material pijar, dan awan panas masih dapat terjadi sewaktu-waktu.

Pemantauan Merapi dilakukan sepanjang hari melalui sistem seismik dan observasi visual. Informasi pembaruan dirilis melalui kanal resmi seperti Instagram @badan.geologi dan layanan WhatsApp di bit.ly/BadanGeologiWAChannel.

Situasi di kawasan lereng Merapi terpantau kondusif, namun suara gemuruh dari puncak membuat warga tetap berhati-hati.

Penduduk di daerah Cangkringan, Turgo, Kaliurang, dan wilayah Dukun, Magelang, terus mengikuti perkembangan informasi dari petugas. Aktivitas harian masih berlangsung normal, meski suasana menjadi lebih siaga terutama pada sore dan malam hari.

Merapi kembali menunjukkan bahwa fenomena vulkanik tidak pernah berhenti sepenuhnya. Rentetan awan panas yang meluncur hingga 2.500 meter menjadi pengingat bahwa potensi bahaya masih perlu diperhitungkan.

Badan Geologi meminta warga tidak panik, tetapi tetap waspada dan mematuhi zona larangan. (Eln)