News  

Diduga Serangan Jantung, Pesepeda Jatuh di Jalur Kalak Ijo-Iroyudan

bernasnews– Seorang pesepeda bernama Bagyo Prasongko (67), warga Giwangan, Umbulharjo, Yogyakarta, jatuh dan meningg*l dunia diduga akibat serangan jantung.

Ia melintas di Jalan Kalak Ijo – Iroyudan, tepatnya di selatan Indomaret, Dusun Kedung, Guwosari, Pajangan, Bantul, Sabtu (1/11/2025) sekitar pukul 08.15 WIB.

Pejabat Sementara Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto menjelaskan bahwa peristiwa tersebut merupakan kecelakaan tunggal yang melibatkan sepeda kayuh.

“Korban diketahui memiliki riwayat penyakit jantung. Saat kejadian, ia sedang bersepeda bersama seorang rekannya dan tiba-tiba terjatuh,” terang Iptu Rita, Sabtu siang.

Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan keterangan saksi, korban berangkat dari rumah sekitar pukul 05.00 WIB bersama temannya, Sunardi (69), warga Ngaglik, Giwangan, Umbulharjo.

Keduanya bersepeda santai menuju Bendungan Kamijoro, Pajangan. Setelah menikmati udara pagi dan pemandangan sekitar bendungan, keduanya memutuskan untuk kembali ke arah Yogyakarta sekitar pukul 07.00 WIB.

Namun, ketika melintas di jalan Kalak Ijo–Iroyudan, tepat di sebelah selatan Indomaret Dusun Kedung, pesepeda itu tiba-tiba jatuh. Sunardi yang melihat korban terjatuh langsung turun dari sepeda dan mencoba membantu.

“Saya sempat memberinya obat yang biasa kami bawa kalau bersepeda,” ungkapnya.

Namun, upaya itu tak banyak membantu. Melihat kondisi korban semakin lemah, Sunardi segera menghubungi bantuan. Tak lama kemudian, mobil PMI Bantul datang dan membawa korban ke RS PKU Muhammadiyah Bantul.

Sesampainya di rumah sakit, tim medis berusaha memberikan pertolongan maksimal. Namun, Dokter menyatakan Bagyo Prasongko telah meninggal dunia.

Pihak keluarga yang menerima kabar tersebut langsung menuju rumah sakit. Polisi kemudian menyerahkan penanganan perkara ke Unit Gakkum Satlantas Polres Bantul untuk proses administrasi dan pemeriksaan lebih lanjut.

Iptu Rita menegaskan bahwa hasil pemeriksaan tidak menunjukkan adanya unsur tabrakan atau kelalaian pihak lain. Korban meninggal dunia murni karena serangan jantung saat bersepeda.

“Tidak ada tanda-tanda kekerasan maupun benturan keras di tubuh korban,” ujarnya.

Kejadian ini menjadi pengingat bagi masyarakat, khususnya para pesepeda yang rutin berolahraga di pagi hari, untuk selalu memperhatikan kondisi fisik sebelum beraktivitas.

Polisi mengimbau agar warga dengan riwayat penyakit jantung melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala dan tidak memaksakan diri.

“Olahraga itu penting, tetapi keselamatan jauh lebih penting. Perhatikan batas kemampuan tubuh dan jangan abaikan tanda-tanda kelelahan,” pesan Iptu Rita. (ef linangkung)