bernasnews– Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Daerah Istimewa Yogyakarta mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan deras dan angin kencang pada Rabu, 29 Oktober 2025.
Dalam rilis resminya, BMKG DIY memperingatkan bahwa cuaca ekstrem berpotensi muncul di wilayah Sleman, Kulon Progo bagian utara-tengah, serta Gunungkidul bagian utara-tengah. Hujan dengan intensitas sedang hingga deras dapat turun pada siang hingga sore hari dan mungkin beserta kilat atau angin kencang.
BMKG mencatat, cuaca di pagi hari akan relatif tenang dengan kondisi berawan di seluruh wilayah DIY. Namun, situasi akan berubah drastis memasuki siang hingga sore.
Di Sleman, Gunungkidul bagian utara, serta wilayah perbukitan Menoreh di Kulon Progo, BMKG memprediksi hujan lebat bisa turun secara tiba-tiba. Di Kota Yogyakarta, Bantul, dan wilayah selatan DIY, perkiraan hujan berintensitas ringan hingga sedang.
“Masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat disertai kilat dan angin kencang, terutama pada siang hingga sore hari,” ujar prakirawan BMKG DIY dalam keterangan resminya.
Prakiraan suhu udara di seluruh DIY berkisar antara 22–30 derajat Celcius. Udara terasa lembap karena tingkat kelembapan mencapai 70–98 persen. BMKG juga memprediksi arah angin akan bertiup dari selatan hingga barat laut dengan kecepatan 5 hingga 25 km/jam.
Prediksi gelombang di perairan selatan Yogyakarta mencapai 1,25 hingga 2,5 meter, masuk dalam kategori sedang. Nelayan dan wisatawan pantai sebaiknya tidak memaksakan melaut saat cuaca mendung pekat atau ketika terjadi peningkatan kecepatan angin.
BMKG menegaskan, kondisi cuaca seperti ini dapat menyebabkan ombak datang secara tiba-tiba dan membahayakan perahu nelayan kecil.
“Masyarakat sebaiknya menunda aktivitas luar ruangan ketika tanda-tanda cuaca ekstrem muncul. Jangan berlindung di bawah pohon besar atau baliho ketika hujan disertai petir,” imbau BMKG.
BMKG memprediksi kondisi ini akan berlanjut beberapa pekan ke depan sebelum hujan turun lebih rutin pada pertengahan November. Jadi, masyarakat perlu memastikan saluran air lancar, menyiapkan perlengkapan hujan, dan memperhatikan informasi cuaca harian. (ef linangkung)











