Panduan Doa Rosario Hari Selasa, 28 Oktober 2025 dengan Peristiwa Sedih

Ilustrasi susunan doa Rosario hari Selasa, 28 Oktober 2025. (Freepik.com)

bernasnews – Setiap hari Selasa, umat Katolik di seluruh dunia diundang untuk merenungkan Peristiwa Sedih dalam Doa Rosario. Pada 28 Oktober 2025 ini, umat kembali diajak berdevosi kepada Bunda Maria, memohon rahmat dan penghiburan melalui doa-doa yang penuh makna.

Bulan Oktober sendiri dikenal sebagai Bulan Rosario, masa khusus bagi umat Katolik untuk memperdalam iman melalui doa Rosario sebagai bentuk kasih dan penghormatan kepada Bunda Maria, ibu Yesus Kristus.

Rosario tidak sekadar rangkaian doa, tetapi juga sarana untuk merenungkan perjalanan hidup Yesus, mulai dari penderitaan hingga kebangkitannya. Melalui Peristiwa Sedih, umat diajak mengingat kasih Allah yang besar, yang rela menderita demi keselamatan manusia.

Urutan Lengkap Doa Rosario Hari Selasa, 28 Oktober 2025

1. Pembukaan

Sebelum memulai Rosario, umat diajak menenangkan hati dan mempersiapkan diri dengan tanda salib:

Dalam nama Bapa, Putra, dan Roh Kudus. Amin.

Aku Percaya

Aku percaya akan Allah,
Bapa yang Mahakuasa,
Pencipta langit dan bumi;
dan akan Yesus Kristus, Putra-Nya yang tunggal, Tuhan kita;
yang dikandung dari Roh Kudus,
dilahirkan oleh Perawan Maria;
yang menderita sengsara dalam pemerintahan Pontius Pilatus;
disalibkan, wafat, dan dimakamkan;
yang turun ke tempat penantian;
pada hari ketiga bangkit dari antara orang mati;
yang naik ke surga, duduk di sebelah kanan Allah Bapa yang Mahakuasa;
dari situ Ia akan datang mengadili orang hidup dan mati.

Aku percaya akan Roh Kudus,
Gereja Katolik yang kudus,
persekutuan para kudus,
pengampunan dosa,
kebangkitan badan,
dan kehidupan kekal.
Amin.

Kemuliaan

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad.
Amin.

Bapa Kami

Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah nama-Mu,
datanglah kerajaan-Mu,
jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga.
Berilah kami rezeki pada hari ini,
dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan,
tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.
Amin.

Salam Maria Tiga Kali

  1. Salam Putri Allah Bapa
  2. Salam Bunda Allah Putra
  3. Salam Mempelai Allah Roh Kudus

Masing-masing diucapkan dengan rumusan berikut:

Salam Maria penuh rahmat, Tuhan sertamu.
Terpujilah engkau di antara wanita,
dan terpujilah buah tubuhmu, Yesus.
Santa Maria, Bunda Allah,
doakanlah kami yang berdosa ini,
sekarang dan waktu kami mati.
Amin.

Kemuliaan dan Doa Peneguhan

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad.
Amin.

Terpujilah nama Yesus, Maria, dan Yosef,
sekarang dan selama-lamanya.
Amin.

Peristiwa Sedih 

Peristiwa Sedih Pertama: Yesus Berdoa di Taman Getsemani

“Ya Bapa-Ku, jikalau Engkau berkenan, ambillah cawan ini dari hadapan-Ku, tetapi janganlah menurut kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mu yang terjadi.” (Matius 26:39)

Yesus menunjukkan ketaatan sempurna kepada kehendak Bapa meskipun harus menanggung penderitaan.

Renungan: Kita diajak belajar berserah dalam setiap cobaan hidup.

Doa:
Bapa Kami…
Salam Maria (10 kali)…
Kemuliaan…
Terpujilah…
Doa Fatima:
Ya Yesus yang baik, ampunilah dosa-dosa kami,
selamatkanlah kami dari api neraka,
dan hantarlah jiwa-jiwa ke surga,
terutama mereka yang sangat membutuhkan kerahiman-Mu.
Amin.

Peristiwa Sedih Kedua: Yesus Didera

“Mereka memukul kepala-Nya dengan buluh dan meludahi-Nya.” (Markus 15:19-20)

Penderitaan Yesus menjadi tanda kasih tanpa batas bagi manusia.

Renungan: Saat menghadapi penderitaan, semoga kita belajar menanggungnya dengan sabar seperti Yesus.

Doa:
Bapa Kami…
Salam Maria (10 kali)…
Kemuliaan…
Terpujilah…
Doa Fatima…

Peristiwa Sedih Ketiga: Yesus Dimahkotai Duri

“Mereka menganyam sebuah mahkota duri dan menaruhnya di atas kepala-Nya.” (Markus 15:17-18)

Mahkota duri menjadi simbol penghinaan yang diterima Yesus, namun Ia tetap membalas dengan kasih.

Renungan: Belajarlah mengampuni orang yang menyakiti, seperti Yesus yang tidak membalas kejahatan dengan kebencian.

Doa:
Bapa Kami…
Salam Maria (10 kali)…
Kemuliaan…
Terpujilah…
Doa Fatima…

Peristiwa Sedih Keempat: Yesus Memanggul Salib ke Kalvari

“Sambil memikul salib-Nya, Ia pergi keluar ke tempat yang disebut Golgota.” (Yohanes 19:16b)

Dengan tabah Yesus memanggul salib menuju puncak penderitaan.
Renungan: Dalam perjalanan hidup, kita pun memiliki salib masing-masing. Mari memikulnya dengan iman dan pengharapan.

Doa:
Bapa Kami…
Salam Maria (10 kali)…
Kemuliaan…
Terpujilah…
Doa Fatima…

Peristiwa Sedih Kelima: Yesus Wafat di Salib

“Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku.” (Lukas 23:46)

Kematian Yesus di salib menjadi puncak kasih Allah bagi manusia.

Renungan: Pengorbanan Kristus membuka jalan keselamatan bagi dunia. Mari bersyukur atas kasih-Nya yang tiada akhir.

Doa:
Bapa Kami…
Salam Maria (10 kali)…
Kemuliaan…
Terpujilah…
Doa Fatima…

Doa Kepada Santo Yosef

Salam, Penjaga Sang Penebus,
Mempelai Santa Perawan Maria.
Kepadamu, Allah mempercayakan Putra-Nya yang tunggal.
Di dalam dirimu, Maria menaruh kepercayaannya,
bersamamu Kristus menjadi manusia.

Santo Yosef,
perlihatkanlah dirimu sebagai seorang bapa bagi kami,
bimbinglah kami di jalan kehidupan,
dan perolehkan rahmat, belas kasih, serta perlindungan dari segala kejahatan.
Amin.

Penutup

Doa Rosario ditutup dengan tanda salib:

Dalam nama Bapa, Putra, dan Roh Kudus. Amin.

Makna Spiritualitas Doa Rosario Hari Selasa

Mendoakan Peristiwa Sedih tidak hanya mengingat penderitaan Yesus, tetapi juga mengajarkan kita arti ketaatan, kasih, dan pengorbanan.

Setiap butir rosario yang diucapkan adalah wujud iman yang mengalir dari hati. Melalui doa ini, umat Katolik diajak untuk semakin dekat dengan Yesus melalui perantaraan Bunda Maria.

***